JAKARTA, KONSEPNEWS – Keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga memegang peranan penting untuk mencegah anak tumbuh dalam kondisi tanpa figur pengasuh laki-laki yang aktif atau yang biasa disebut “fatherless”.
Sejumlah pakar psikologi menyebut bahwa kehadiran ayah bukan hanya soal memenuhi kebutuhan ekonomi, melainkan juga mencakup hal-hal seperti mendidik karakter anak melalui teladan nyata dan menunjukkan kasih sayang secara konsisten.
Dalam satu kajian disebutkan bahwa terdapat tiga tugas utama bagi seorang ayah di keluarga: menyediakan kebutuhan hidup keluarga, mendidik karakter anak dengan memberi contoh dalam keseharian, serta menunjukkan cinta dan perhatian kepada anggota keluarga secara menyeluruh.
Tanpa terwujudnya ketiga peran ini secara konsisten, anak dapat mengalami kekosongan dalam perkembangan emosional dan sosial. Kondisi ini menunjukkan bahwa fungsi pengasuhan ayah tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh figur lain dan bahwa faktor kehadiran dan keterlibatan aktif menjadi pembeda penting.
Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya fungsi ayah dalam pengasuhan anak, para profesional menyarankan agar ayah mulai meningkatkan kualitas interaksi dengan anak—melalui waktu bersama yang bermakna, kehadiran fisik dan emosional, hingga keterlibatan langsung dalam aktivitas sehari-hari anak. Dengan demikian, kontribusi ayah dapat membantu membentuk generasi yang mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan kehidupan. nsp





