KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Perumda Tirta Benteng menargetkan penambahan sekitar 17 ribu pelanggan baru pada 2026 sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas pelayanan air bersih di Kota Tangerang. Target tersebut akan mendorong jumlah sambungan rumah dari sekitar 165 ribu menjadi 181 ribu pelanggan pada akhir tahun depan, sekaligus menandai 2026 sebagai “tahun kualitas” bagi BUMD air minum tersebut.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendy, menegaskan bahwa ekspansi pelanggan bukan sekadar mengejar angka, tetapi dibarengi peningkatan mutu distribusi dan layanan. Menurutnya, pertumbuhan sambungan rumah harus sejalan dengan keandalan pasokan, stabilitas tekanan air, serta kepuasan pelanggan di seluruh wilayah layanan.
Saat ini, Perumda Tirta Benteng mengelola tiga zona pelayanan di Kota Tangerang. Zona 1 mencakup lima kecamatan, Zona 2 empat kecamatan, dan Zona 3 empat kecamatan. Fokus pengembangan pada 2026 diarahkan ke Zona 2 yang meliputi Periuk, Cibodas, Jatiuwung, dan Karawaci sebagai kawasan dengan potensi pertumbuhan pelanggan cukup besar.
“Pada 2026, Perumda Tirta Benteng menargetkan penambahan 10 ribu pelanggan baru di Zona 2 melalui percepatan pembangunan jaringan perpipaan dan optimalisasi distribusi air,” ujar Doddy, Rabu (10/2/2026). Strategi ini ditempuh untuk memastikan akses air bersih semakin merata, terutama di wilayah padat penduduk dan kawasan industri.
Sementara itu, Zona 1 ditargetkan menambah sekitar 7 ribu pelanggan baru. Adapun Zona 3 masih dalam tahap pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) dan jaringan perpipaan. Manajemen berharap sebagian wilayah di Zona 3 sudah mulai dapat terlayani pada 2026, sehingga cakupan layanan Perumda Tirta Benteng semakin luas.
Untuk mendukung ekspansi di Zona 2, Perumda Tirta Benteng telah menyiapkan kapasitas instalasi pengolahan air sebesar 1.000 liter per detik melalui IPA Sitanala 1 dan IPA Sitanala 2 yang masing-masing berkapasitas 500 liter per detik. Kesiapan infrastruktur ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas distribusi air bersih.
Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, memastikan kapasitas tersebut memadai untuk mendukung penambahan sambungan rumah tanpa mengganggu pelayanan pelanggan eksisting. “Untuk 10 ribu sambungan rumah dibutuhkan sekitar 100 liter per detik. Saat ini masih ada cadangan kapasitas 300 liter per detik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan air bersih,” tegasnya.
Selain perluasan jaringan perpipaan dan peningkatan kapasitas IPA, transformasi digital juga menjadi prioritas. Perumda Tirta Benteng telah mengoptimalkan sistem pembayaran online dan layanan pengaduan pelanggan melalui aplikasi daring, sementara loket offline tetap tersedia di Cibodas dan Karawaci. Kombinasi ekspansi infrastruktur dan digitalisasi layanan ini diharapkan memperkuat posisi Perumda Tirta Benteng sebagai penyedia layanan air bersih andal di Kota Tangerang pada 2026. san/*





