KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Pendidikan dan Latihan Dasar KSR PMI Kota Tangerang tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi kemanusiaan, tetapi juga mencerminkan kebutuhan nyata kota terhadap relawan yang terlatih menghadapi kondisi darurat. Dalam Diklat KSR angkatan ke-13, PMI Kota Tangerang menekankan pentingnya peran relawan sebagai ujung tombak penanganan awal saat bencana maupun insiden kegawatdaruratan terjadi.
Dari 80 pendaftar, hanya delapan calon relawan yang dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti Diklat intensif. Proses seleksi ini menjadi bagian dari upaya PMI memastikan kualitas relawan yang siap bekerja di lapangan dengan standar keselamatan dan profesionalisme yang tinggi.
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, menyampaikan bahwa relawan KSR diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan komitmen jangka panjang. Sertifikasi dan pelatihan berkelanjutan menjadi fondasi agar relawan mampu beradaptasi dengan berbagai skenario darurat di wilayah perkotaan.
Menurut Oman, relawan PMI kerap berhadapan dengan beragam situasi, mulai dari kecelakaan lalu lintas, bencana banjir, hingga kondisi medis darurat. Oleh karena itu, materi Diklat disusun agar relevan dengan kebutuhan lapangan dan mampu meningkatkan kecepatan serta ketepatan respons relawan.
Harapan besar juga disematkan kepada para peserta Diklat agar kelak dapat menjadi motor penggerak bagi relawan lainnya. PMI Kota Tangerang membutuhkan regenerasi relawan dari berbagai unsur untuk memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga saat bencana datang tanpa bisa diprediksi.
Salah satu peserta Diklat, Intan Auri, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya sebagai calon relawan KSR didorong oleh keinginan untuk bermanfaat bagi masyarakat luas. Latar belakangnya sebagai mahasiswi keperawatan membuatnya ingin terjun langsung dalam penanganan kegawatdaruratan.
Bagi Intan, keterlibatan dalam KSR menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengabdian, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat. Pengalaman lapangan dinilai menjadi pelengkap penting dari ilmu kesehatan yang diperoleh di bangku kuliah.
Dengan keterlibatan relawan muda berlatar belakang kesehatan dan kepedulian sosial yang tinggi, PMI Kota Tangerang optimistis kapasitas penanganan bencana di wilayah perkotaan akan semakin kuat. Diklat KSR angkatan ke-13 menjadi langkah awal membangun jaringan relawan yang tangguh, responsif, dan berorientasi pada keselamatan warga. san/*





