JAKARTA, KONSEPNEWS – Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) mendapat bantuan sosial (Bansos) dari Polda Metro Jaya, Jumat (12/9) siang. Masing-masing pengemudi ojol menerima bantuan 5 kg beras hingga uang cash sebesar Rp 50 ribu.
Kegiatan penyerahan bantuan beras untuk pengemudi ojol itu dilakukan secara tertutup di depan Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya.
Salah satu pengemudi ojol, Hendrik , mengaku bersyukur atas bantuan beras dan uang 50 ribu dari Polda Metro Jaya.
“Alhamdulillah dapat beras dan uang 50 ribu dari Polda Metro,” kata Hendrik ojol dari Ciledug kepada wartawan , Jumat (12/9/25).
Hal senada juga disampaikan pengemudi ojol Kirana. Mereka berterimakasih, bantuan tersebut sangat bermanfaat, semoga bantuan ini berkelanjutan.
“Semoga bantuan seperti ini bisa secara berkelanjutan,” ucapnya.
Namun sayang pembagian beras tersebut menjadi acara internal bagi kepolisian. Dan media dilarang untuk melakukan peliputan atas pembagian beras tersebut.
Sebelumnya dari pihak Humas Polda Metro Jaya sempat mengundang media untuk melakukan peliputan. Namun selanjutnya ada pemberitahuan kalau acara tersebut digelar sebagai acara internal.
Dilokasi yang sama, Sekjen Jurnal Mitra Polri (JMP), Arif Yunianto mempertanyakan alasan pembagian baksos tersebut sebagai acara internal kepolisian.
“Kenapa acara seperti itu menjadi internal kepolisian. Padahal sebelumnya ada undangan dari Humas Polda Metro Jaya,” ujarnya.
Sementara itu, wartawan Senior Polda Metro Jaya yang juga anggota IPW, Maya Handini menyayangkan acara yang digelar secara tertutup tersebut.
“Sangat disayangkan acara yang harusnya bisa dipublikasikan ke media justru digelar tertutup,” katanya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri diminta mundur dari jabatannya oleh komunitas Solidaritas Ojol Se-nusantara (SOS).
Irjen Asep yang baru menjabat pada bulan Agustus 2025 didesak mundur oleh komunitas SOS setelah seorang pengendara ojol Affan Kurniawan (21) tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/9) malam, saat aksi demonstrasi.
Pada hari ini SOS sedianya akan menggelar unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya untuk menuntut Asep dicopot. Namun, aksi itu ditunda.
“Aksi 0809 ditunda pelaksanaannya hingga waktu yang akan diumumkan lebih lanjut,” tulis koordinator SOS dalam pernyataannya, Senin, (8/9/25).
Menurut SOS, alasan penundaan itu adalah karena Presiden Prabowo Subianto meminta agar kegaduhan diredam dan stabilitas dijaga. Meski demikian, SOS tetap meminta Asep dicopot.
“Desakan ‘COPOT KAPOLDA METRO JAYA’ tetap menjadi sikap tegas kami sebagai bentuk perjuangan atas keadilan bagi almarhum Affan Kurniawan dan seluruh driver ojol di Indonesia,” katanya.
Diketahui, Irjen Asep baru sebulan menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
Dia baru resmi menjadi Kapolda Metro setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi terhadap tujuh kepala kepolisian daerah atau Kapolda.
Mutasi dan rotasi itu tertuang dalam surat telegram rahasia bernomor ST/1764/VIII/KEP./2025, per tanggal 5 Agustus 2025 yang ditandatangani As SDM Polri Irjen Anwar.
Asep menggantikan Irjen Pol. Karyoto yang mendapat promosi jabatan jenderal bintang tiga sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Saat ini Asep memimpin Polda Metro Jaya yang merupakan satu-satunya polda di tanah air yang berstatus A+ (A khusus) lantaran kedudukannya menjaga keamanan dan ketertiban ibu kota Indonesia. Zan





