KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Upaya menekan konflik pelajar dan potensi tawuran di Kota Tangerang memasuki fase baru ketika Polres Metro Tangerang Kota kembali menjalankan program Police Go to School. Kali ini, SMKN 2 Kota Tangerang menjadi sekolah yang dikunjungi dalam agenda mitigasi, menandai penguatan kolaborasi antarlembaga untuk menjaga keamanan pendidikan.
Kegiatan dimulai dengan dialog terbuka antara pejabat Polres dan pihak sekolah, membahas kondisi lingkungan sekitar yang rawan gesekan antarpelajar. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sulastri, S.Pd, mengakui bahwa dinamika remaja semakin menuntut pengawasan ekstra. “Kami melihat perlu adanya pendekatan yang lebih dekat dengan siswa, terutama lewat kehadiran polisi yang memberikan sentuhan edukatif, bukan sekadar penindakan,” katanya.
Rombongan Polres terdiri dari para pejabat lintas fungsi, termasuk Kasat Binmas, Propam, Sabhara, dan Intel. Mereka menekankan bahwa perhatian terhadap pola perilaku pelajar tidak boleh berhenti di wilayah sekolah saja, tetapi juga pada area sekitar sekolah yang kerap menjadi titik berkumpul. Melalui arahan langsung, Polres meminta sekolah mengaktifkan kembali kontrol terhadap jam pulang serta membangun komunikasi pengawasan dengan masyarakat sekitar.
Kasat Binmas, AKBP Rachmad Hidayat, dalam penyampaiannya mengatakan bahwa perubahan perilaku siswa membutuhkan proses yang ditopang kolaborasi semua pihak. “Kami tidak ingin hadir saat tawuran sudah terjadi. Pencegahan harus dimulai dari hari ini, dari ruang-ruang kelas, dari kedisiplinan paling sederhana,” ujarnya di hadapan para guru.
Selain tawuran, penyalahgunaan narkoba dan kasus bullying juga menjadi fokus pemantauan bersama. Polisi mendorong sekolah memperbanyak program pembinaan yang menyentuh mental dan karakter, tidak hanya akademik. Para guru diharapkan aktif memberikan literasi sosial yang mampu menjadi benteng bagi pelajar ketika mereka berada di luar lingkungan sekolah.
Kepala SMKN 2 Kota Tangerang, Sri Sulastri, S.Pd., M.Pd, menyampaikan pentingnya intervensi preventif dari pihak kepolisian guna menciptakan rasa aman bagi siswa. Menurutnya, kehadiran polisi di sekolah justru memberi dampak positif dan menumbuhkan kesadaran siswa soal pentingnya menjaga reputasi sekolah. “Siswa butuh sosok panutan yang bisa memberikan gambaran nyata tentang konsekuensi perilaku negatif,” jelasnya.
Kegiatan berjalan lancar hingga selesai dan ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi konflik pelajar. Polres Metro Tangerang Kota juga kembali menegaskan bahwa masyarakat dapat melaporkan gangguan keamanan melalui Call Center 110 sebagai langkah tanggap darurat.
Dengan momentum ini, program Police Go to School diharapkan menjadi pilar baru pembangunan zona pendidikan aman, bebas kekerasan, dan berorientasi pada penguatan karakter generasi muda di Kota Tangerang. Sinergi sekolah dan kepolisian menjadi pondasi agar setiap pelajar tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan produktif. san/*





