KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Kasus peredaran obat keras tanpa izin yang diungkap Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota terus dikembangkan usai penangkapan seorang pemuda berinisial Zul (25) di Teluknaga. Polisi mencurigai adanya jaringan pemasok yang lebih besar di balik peredaran ratusan butir obat Tramadol dan Hexymer yang ditemukan dari tangan pelaku.
Penangkapan Zul terjadi ketika ia tengah menunggu seseorang untuk transaksi di depan toko kosmetik di Kampung Babakan Asem. Observasi dilakukan setelah laporan masyarakat menyebut adanya aktivitas distribusi obat keras yang meresahkan. “Informasi masyarakat sangat membantu. Dari situ kami melakukan penyelidikan hingga akhirnya pelaku kami tangkap,” jelas Kasat Resnarkoba Kompol Rihold.
Saat digeledah, pelaku tidak bisa mengelak ketika polisi menemukan 290 butir Tramadol dan 120 butir Hexymer yang sudah dikemas siap edar. Selain obat, diamankan pula uang hasil transaksi dan ponsel yang menjadi sarana komunikasi pelaku dengan pembeli.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari menilai peredaran obat keras tanpa izin ini harus diputus hingga akarnya. “Kami bukan hanya mengamankan pelaku, tapi juga menelusuri pemasok di baliknya. Peredaran obat keras seperti ini sangat berbahaya, terutama bagi remaja,” ujarnya.
Menurutnya, Tramadol dan Hexymer sering disalahgunakan untuk efek euforia dan dapat memicu ketergantungan berat. “Obat ini bukan untuk konsumsi sembarangan. Penyalahgunaan bisa memicu tindakan nekat dan berbahaya. Polisi tidak akan mentolerir pelanggaran seperti ini,” tegas Kapolres.
Proses pengembangan kini difokuskan pada komunikasi ponsel pelaku, jejak transaksi, serta kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih luas. Zul masih menjalani pemeriksaan intensif dan terancam hukuman berat sesuai Undang-Undang Kesehatan.
Seluruh barang bukti kini disita untuk kepentingan penyidikan. Polisi mengimbau masyarakat melaporkan jika menemukan peredaran obat keras di lingkungan sekitar. “Keterlibatan warga sangat penting agar wilayah kita tetap aman,” tutup Kompol Rihold. san/*





