JAKARTA, KONSEPNEWS – Perluasan konektivitas digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional. Hal itu terungkap dalam kajian terbaru PT LAPI ITB yang menyoroti kontribusi Telkomsel terhadap akses layanan digital dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
Dalam kajian tersebut disebutkan bahwa hingga tahun 2024, sekitar 92,4 persen BTS program BAKTI di wilayah 3T mendapat dukungan kontribusi operator nasional melalui skema Universal Service Obligation (USO). Dukungan tersebut disebut membantu mengurangi kesenjangan akses digital antarwilayah di Indonesia.
Perluasan jaringan digital itu memungkinkan masyarakat di daerah terpencil memperoleh akses yang lebih luas terhadap layanan pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi berbasis teknologi. Kehadiran konektivitas dinilai mampu membuka peluang baru bagi masyarakat yang sebelumnya sulit menjangkau layanan digital.

Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Dr. Ir. Ian Josef Matheus Edward, menjelaskan bahwa hasil kajian ini disusun menggunakan indikator yang terukur dan metodologi tertentu sehingga harus dipahami secara proporsional.
“Kajian ini memberikan gambaran mengenai kontribusi konektivitas berdasarkan indikator yang terukur, namun tidak dimaksudkan untuk mengaitkan seluruh perubahan ekonomi kepada satu entitas tertentu. Oleh karena itu, interpretasi terhadap hasil kajian perlu dilakukan secara proporsional dan kontekstual,” terang Ian Josef Matheus Edward.
Selain pemerataan akses digital, kajian tersebut juga mencatat dampak lanjutan terhadap penciptaan lapangan kerja nasional. Aktivitas ekosistem digital yang berkembang diperkirakan berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 685 ribu lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Lapangan kerja tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur telekomunikasi, distribusi layanan digital, ekonomi kreatif, hingga sektor UMKM berbasis teknologi yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
PT LAPI ITB menegaskan bahwa hasil kajian ini tidak bertujuan membandingkan antaroperator telekomunikasi. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana konektivitas digital berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional dan memperkuat ekosistem sosial-ekonomi Indonesia.
Kajian ini sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menyentuh aspek pemerataan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, hingga penciptaan peluang ekonomi baru di berbagai daerah Indonesia. san/*







