KOTA BEKASI, KONSEPNEWS – Dinas Perhubungan Kota Bekasi mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Rawalumbu sebagai respons atas dimulainya proyek perbaikan jalan Jembatan Nol yang dikerjakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA). Skema ini mulai berlaku bersamaan dengan pelaksanaan proyek dan diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.
Rekayasa yang diterapkan mencakup perubahan arah lalu lintas dari sistem satu arah (one way) menjadi dua arah, yang diperluas hingga ke area Jembatan Satu. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan alur kendaraan selama akses utama terganggu akibat pekerjaan konstruksi jalan yang cukup masif.
Dishub mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna harian jalur Rawalumbu, agar memperhatikan perubahan arus dan mempertimbangkan jalur alternatif. Volume kendaraan yang tinggi, terutama pada waktu sibuk, dapat memicu kemacetan jika pengendara tidak menyesuaikan rute.
Kepala Dishub Kota Bekasi menegaskan bahwa rekayasa ini bukan hanya untuk memperlancar lalu lintas, tetapi juga untuk menjaga keselamatan semua pengguna jalan. Petugas lapangan akan disiagakan di beberapa titik rawan untuk membantu mengarahkan kendaraan serta mengatur prioritas lintasan selama masa perbaikan berlangsung.
Dishub juga mengimbau warga untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi pemerintah kota, agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih efisien. Rambu-rambu penunjuk akan dipasang di titik strategis untuk meminimalkan kebingungan pengguna jalan terhadap skema baru ini.
Pemerintah Kota Bekasi meminta pengertian warga atas potensi gangguan yang ditimbulkan, dengan harapan masyarakat mendukung proses perbaikan demi fasilitas jalan yang lebih aman dan nyaman ke depan. Kolaborasi dan kedisiplinan masyarakat menjadi kunci keberhasilan skema ini.
Warga Rawalumbu dan sekitarnya diharapkan turut aktif menyebarkan informasi ini kepada komunitas mereka agar adaptasi terhadap perubahan lalu lintas bisa berlangsung mulus dan aman untuk semua pihak. san/*







