Riska Kartini Tegaskan Integritas Usai Dilantik Jadi Notaris

by

BANDUNG, KONSEPNEWS – Riska Kartini resmi memasuki babak baru dalam perjalanan profesionalnya setelah dilantik sebagai Notaris. Sebelumnya dikenal sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Riska menyebut pelantikan ini sebagai proses panjang yang tidak instan, penuh pembelajaran serta pengorbanan.

“Ini bukan hanya tentang gelar atau jabatan, tetapi tentang tanggung jawab yang lebih besar dan legitimasi hukum sebagai pejabat umum,” ujar Riska Kartini.

Riska Kartini menilai, jabatan notaris memperluas ruang pengabdiannya kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan kepastian, perlindungan, dan ketertiban hukum. Secara pribadi, ia mengaku bersyukur atas proses yang membentuknya, baik secara mental maupun profesional.

Dalam menjalankan peran barunya, Riska Kartini, atau yang juga akrab disapa Icha dan juga Vriska Icha ini menegaskan komitmen untuk membantu masyarakat menemukan solusi terbaik tanpa keluar dari koridor hukum.

“Saya ingin setiap orang yang datang merasa dipermudah, dipahami kebutuhannya, dan dibimbing dengan jelas,” kata Icha.

Menurutnya, hukum seharusnya tidak terasa rumit. Justru sebaliknya, hukum harus menjadi jalan keluar yang tertib dan mampu melindungi semua pihak.

Sensitivitas dan Keberanian Cegah Penyimpangan
Menyoroti isu mafia tanah yang sebelumnya juga ia suarakan saat menjabat PPAT, Riska menekankan pentingnya pencegahan melalui ketelitian dan kepekaan.

Riska Kartini alias Vriska Icha

“Pencegahan dimulai dari ketelitian dan kepekaan. Kita harus sensitif terhadap hal-hal yang terasa tidak wajar, baik dari sisi dokumen, proses, maupun para pihak yang terlibat,” tegasnya.

Riska juga menambahkan, integritas serta keberanian untuk berkata “tidak” terhadap hal-hal yang meragukan merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan melindungi hak atas tanah secara sah.

Adaptasi Digital Tetap Utamakan Kehati-hatian
Di tengah berkembangnya digitalisasi layanan pertanahan dan dokumen hukum, Riska menilai sistem notariat masih berproses menyesuaikan diri. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dibarengi kesiapan regulasi dan pengawasan yang kuat.

“Teknologi itu penting, tetapi integritas dan ketelitian tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya. Ia menekankan, kemudahan digital tidak boleh membuka celah penyalahgunaan.

Selain itu, dikenal memiliki latar belakang di dunia politik, hiburan, dan bisnis, Riska melihat pengalaman tersebut sebagai kekuatan. Ia merasa terbentuk menjadi pribadi yang lebih adaptif dan memahami berbagai dinamika kepentingan.

Namun demikian, ia mengakui menjaga batas antara relasi dan profesionalitas adalah tantangan tersendiri. “Selama integritas tetap menjadi pegangan utama, independensi bisa dijaga,” katanya.

Riska Kartini alias Vriska Icha

Di awal masa jabatannya, Riska memprioritaskan pelayanan yang cepat dan tepat tanpa melanggar aturan hukum. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka agar masyarakat merasa lebih dekat dan tidak ragu berkonsultasi.

Sebagai penutup, ia mengingatkan publik agar tidak mudah tergiur iming-iming proses murah atau cepat dalam urusan pertanahan maupun perjanjian bisnis.

“Lebih baik meluangkan waktu untuk memeriksa keabsahan dokumen dan berkonsultasi terlebih dahulu, daripada menyesal di kemudian hari,” tuturnya.

Dengan komitmen tersebut, Riska Kartini berharap dapat menjalankan amanah sebagai Notaris secara profesional, menjaga integritas, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam setiap proses hukum yang dijalankan. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.