JAKARTA, KONSEPNEWS – Pameran karya RW Mulyadi di Rumah Cetak Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi ajang edukasi bagi pengunjung mengenai seni grafis. Puluhan karya dengan teknik drawing, aquatint, mezzotint, kolagraf, dry point, dan digital print terpajang dengan nuansa dominan hitam putih, menampilkan perjalanan kreatif seniman yang mendalam.
Menurut Mulyadi, setiap teknik grafis memiliki karakter dan tantangan unik. “Teknik berbeda memberi pengalaman artistik yang berbeda. Hal ini membuat saya bisa terus bereksperimen dan mengembangkan kreativitas,” ujarnya.
Seniman ini menekankan bahwa pergantian teknik juga menjaga kesegaran proses kreatif. “Kalau saya bosan dengan linocut, saya pindah ke dry point atau etching. Setiap teknik memberi kemungkinan visual baru,” jelasnya.
Salah satu teknik yang cukup kompleks adalah mezzotint, yang bekerja dari gelap menuju terang. “Prosesnya membutuhkan ketelitian tinggi, tapi memberikan kedalaman visual yang menakjubkan,” kata Mulyadi.
Karya-karya Mulyadi identik dengan hitam putih yang tegas. Ia menjelaskan, gelap dalam grafis bukan hanya warna, tetapi hasil dari interaksi garis yang dicetak dengan teliti.
Berbeda dengan lukisan, grafis memerlukan tahapan ganda: pembuatan plat atau cetakan terlebih dahulu, baru kemudian menghasilkan karya final. “Proses ini memberi tantangan tersendiri dan memperkaya nilai seni karya grafis,” tambahnya.
Melalui pameran di Rumah Cetak Balekambang, Mulyadi berharap masyarakat lebih mengenal seni grafis dan menghargai kekayaan visualnya. “Seni grafis bisa sama menariknya dengan seni rupa lainnya, bahkan lebih kompleks secara teknik,” pungkasnya. san/*





