“Sah Katanya” Hadirkan Kisah Cinta dan Tradisi Jawa yang Menggetarkan Hati

by
artwork dok. vidio
artwork dok. vidio

JAKARTA, KONSEPNEWS – Platform Vidio kembali menegaskan komitmennya menghadirkan tontonan berkualitas lewat film terbaru berjudul “Sah Katanya”, garapan sutradara Loeloe Hendra Komara. Drama romantis ini tidak hanya menyoroti kisah cinta segitiga yang emosional, tetapi juga mengangkat nilai-nilai keluarga dan tradisi Jawa yang jarang tersentuh dalam film Indonesia modern.

Dibintangi oleh Nadya Arina, Dimas Anggara, dan Calvin Jeremy, film ini berfokus pada sosok Marni (Nadya Arina) yang harus menghadapi dilema berat setelah ayahnya meninggal dunia. Wasiat terakhir sang ayah menuntut agar Marni segera menikah dengan Marno (Dimas Anggara), putra sahabat almarhum, tepat di depan jenazah sang ayah. Namun hati Marni sudah lama tertambat pada Adi (Calvin Jeremy), kekasih yang selama ini menjadi sandaran hidupnya.

Kondisi penuh tekanan itu menggambarkan benturan antara cinta pribadi dan kewajiban adat. Tradisi nikah mayit, yang menjadi latar utama cerita, menimbulkan pertanyaan besar bagi penonton modern: sejauh mana seseorang harus tunduk pada amanah keluarga ketika bertentangan dengan suara hati?

Sutradara Loeloe Hendra Komara menuturkan bahwa ide film ini berawal dari kisah nyata yang berkembang di pedesaan Jawa. Ia ingin menampilkan bagaimana masyarakat menafsirkan tradisi dengan cara yang penuh penghormatan, sekaligus menunjukkan dilema moral yang dihadapi generasi muda masa kini.

“Film ini bukan sekadar drama cinta, tapi juga perjalanan spiritual tentang bagaimana manusia berdamai dengan tradisi dan perasaan,” ungkap Loeloe. Ia menambahkan, riset dilakukan secara mendalam di Yogyakarta, melibatkan budayawan untuk memastikan keaslian ritual dan dialog yang digunakan.

Selain mengandalkan kekuatan naskah, Sah Katanya juga memanjakan mata dengan sinematografi bernuansa klasik. Cahaya temaram, rumah joglo, serta alunan gamelan menjadi elemen estetika yang menegaskan nuansa budaya dan kesedihan mendalam di setiap adegan.

Akting Nadya Arina berhasil menjadi pusat gravitasi film ini. Ia memerankan Marni dengan ekspresi penuh lapisan — antara ketaatan, cinta, dan perlawanan batin. Chemistry dengan Dimas Anggara dan Calvin Jeremy tampil kuat dan realistis, menambah daya tarik film ini bagi penonton pencinta drama emosional.

Dengan tema yang menyentuh dan keberanian mengangkat budaya lokal, Sah Katanya menjadi bukti bahwa film Indonesia mampu menampilkan karya berkualitas dengan nilai moral dan estetika yang tinggi. Kisahnya bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang penghormatan, pengorbanan, dan perjuangan mempertahankan jati diri di tengah tekanan tradisi. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.