Sekolah Lansia di Tangerang Gelar Wisuda Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Usia Senja

by

KABUPATEN TANGERANG, KONSEPNEWS – Kelulusan ratusan peserta Sekolah Lansia 2025 di Kabupaten Tangerang bukan hanya perayaan pribadi, tetapi bukti perubahan paradigma besar dalam pembangunan sosial. Di tengah modernisasi yang kian cepat, keberadaan sekolah khusus lansia menunjukkan bahwa negara maupun daerah menaruh perhatian serius pada kualitas hidup warga usia lanjut. Prosesi wisuda ini menjadi momen simbolis yang mencerminkan semangat para lansia untuk tetap relevan dan berperan aktif dalam masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Prima Saras Puspa, menilai bahwa peningkatan populasi lansia harus dilihat sebagai peluang. Dengan 283.846 jiwa lansia dan angka harapan hidup mencapai 75 tahun, Kabupaten Tangerang berada pada fase di mana masyarakat lanjut usia perlu mendapatkan ruang untuk berdaya. Prima menekankan bahwa Sekolah Lansia menjadi salah satu motor penggerak menuju populasi lansia yang sehat, aktif, dan produktif.

Program ini hadir sebagai tindak lanjut dari SIDAYA (Lansia Berdaya), yang menjadi fokus pembangunan sosial daerah. Melalui model edukasi berbasis komunitas, program ini mengajak lansia terus mengembangkan diri, menjaga kesehatan, serta memperkuat jejaring sosial. Pemerintah percaya bahwa lansia tidak boleh dianggap sebagai kelompok rentan yang pasif, melainkan generasi yang masih mampu memberikan kontribusi strategis.

Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang, dr. Achmad Muchlis, menyampaikan bahwa empat sekolah yang mengirimkan wisudawan tahun ini telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam meningkatkan kemampuan peserta. Keberadaan BKL Rembulan, BKL Anggrek, BKL Matuga Seroja, dan BKL Hibrida menjadi bukti bahwa komunitas akar rumput memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga dan lingkungan sosial.

Perkembangan ini diperkuat oleh data Provinsi Banten yang mencatat total 35 Sekolah Lansia dengan lebih dari seribu peserta. Dengan 720 di antaranya telah diwisuda, perkembangan pendidikan lansia menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin mengakui kebutuhan ruang tumbuh bagi warga usia lanjut. Program ini tak hanya menyentuh ranah kesehatan, tetapi juga ranah emosional, spiritual, dan intelektual yang selama ini sering terlupakan.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi, menegaskan bahwa tujuh dimensi lansia tangguh menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang SMART: sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat. Baginya, Sekolah Lansia adalah bentuk nyata penghormatan negara terhadap warga usia lanjut yang masih ingin berkontribusi.

Rusman menekankan bahwa lansia memiliki nilai sosial tinggi akibat pengalaman panjang dalam keluarga maupun komunitas. Dengan memberikan ruang belajar dan wadah berkumpul, Sekolah Lansia membangkitkan kembali rasa percaya diri yang sering memudar di usia senja. Momentum wisuda menjadi titik balik bagi banyak peserta untuk kembali merasa dihargai dan memiliki tempat di tengah masyarakat.

Wisuda ini akhirnya menggambarkan bahwa pembangunan sosial tidak hanya berfokus pada generasi produktif usia muda. Kabupaten Tangerang berhasil menunjukkan bahwa pemberdayaan lansia adalah investasi jangka panjang dalam membangun keluarga yang kuat, komunitas yang solid, dan masyarakat yang lebih manusiawi. Spirit inilah yang menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.