JAKARTA, KONSEPNEWS – Kasus dugaan kerja sama properti bermasalah yang menyeret nama selebgram berinisial OA kini mulai membuka tabir cerita di baliknya. Dalam konferensi pers yang digelar Sabtu (24/1/2026), pelapor yang juga korban bernama Erick Viryawan mengungkap kronologi keterlibatannya hingga mengalami kerugian yang diklaim mencapai Rp3,5 miliar.
Erick Viryawan menyebut, dugaan penipuan tersebut melibatkan seorang pria berinisial DW, istrinya ASA, serta dua anak mereka KH, dan OA yang dikenal sebagai selebgram. Kerja sama itu bermula dari ajakan DW yang meyakinkannya bahwa proyek properti tersebut dikelola secara profesional dan minim risiko.
“Awalnya saya hanya setuju Rp225 juta. Tapi kemudian ada bujuk rayu lanjutan, bahkan dijanjikan tambahan keuntungan 50 persen dari dana di luar kesepakatan awal. Itu ada bukti chat-nya,” ujar Erick Viryawan kepada wartawan.
Menurut Erick Viryawan, DW juga menyebut proyek tersebut didukung oleh mantan direktur sebuah perusahaan besar berinisial R serta seorang arsitek berinisial AL. Perhitungan proyek disampaikan secara detail dan diklaim akan selesai dalam waktu satu hingga tiga bulan.
Namun kenyataannya, proyek tersebut justru molor hingga lebih dari satu tahun. Erick Viryawan mengaku dana yang digunakannya bukan dana cadangan, melainkan hasil menggadaikan aset dan meminjam uang dengan bunga tinggi karena adanya tekanan serta urgensi yang disampaikan pihak terlapor.
Akibat beban bunga pinjaman yang terus berjalan, Erick Viryawan akhirnya menjual properti miliknya jauh di bawah harga pasar. Aset yang semula diperkirakan bernilai Rp5–6 miliar dilepas hanya sekitar Rp2 miliar, dengan total beban bunga pinjaman yang disebut mencapai Rp1,6 miliar.
Ironisnya, Erick Viryawan mengaku tidak pernah menerima keuntungan sebagaimana dijanjikan. Ia justru memperoleh informasi bahwa proyek properti bernama CDA di kawasan Lada Kaulipan telah menjual sejumlah aset, termasuk tiga unit rumah dengan nilai transaksi miliaran rupiah.
“Saya tahu dia sudah terima uang dari penjualan. Tapi saya tidak dapat apa-apa. Baru tahun 2024 saya ditransfer Rp13,5 juta, itu pun sekali saja, setelah saya marah besar,” ungkap Erick.
Nama selebgram OA pun ikut menjadi sorotan karena disebut terlibat dalam komunikasi proyek. Erick Viryawan menyebut OA aktif dalam grup komunikasi dan bahkan ditunjuk sebagai penanggung jawab.
Namun, saat menuntut kejelasan, Erick Viryawan mengaku dikeluarkan dari seluruh grup dan diblokir dari jalur komunikasi, termasuk media sosial.
“Empat tahun saya bertahan. Semua cara sudah saya lakukan. Tapi komunikasi ditutup total. Ini sudah batasnya,” tegas Erick Viryawan.
Kasus ini kini ditangani Polres Metro Tangerang Kota dan menjadi perhatian publik karena melibatkan figur media sosial. Hingga berita ini diturunkan, pihak DW beserta anggota keluarganya, termasuk selebgram yang disebutkan, belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut. ***





