Setelah PSEL Dihentikan, Pemkot Tangerang Fokus Kuatkan TPS 3R dan Pengelolaan Sampah Mandiri

by

KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Pasca penghentian proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Pemerintah Kota Tangerang kini fokus memperkuat pengelolaan sampah melalui program berbasis masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Lingkungan Hidup dan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan.

Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menuturkan bahwa regulasi baru tersebut mengatur pengelolaan sampah secara regional dalam satu sistem aglomerasi Tangerang Raya, dengan pusat operasional di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. “Proyek PSEL yang sebelumnya dirancang mandiri kini sudah tidak berlaku. Kami menyesuaikan dengan arahan pusat untuk mengelola sampah secara kolaboratif antarwilayah,” ujarnya.

Pemkot Tangerang tetap menjamin pengelolaan sampah di tingkat lokal berjalan tanpa hambatan. Melalui penguatan infrastruktur TPS 3R, bank sampah, dan program pengolahan mandiri, Pemkot berupaya menjaga keseimbangan antara kebijakan nasional dan kebutuhan daerah. “Kami tetap pegang tanggung jawab dari hulu sampai hilir. Fokus kami adalah memperkuat pengelolaan berbasis masyarakat agar pengurangan sampah bisa dimulai dari sumbernya,” kata Wawan.

DLH juga terus mengembangkan teknologi pengolahan sampah di TPA Rawakucing, seperti sistem Refuse Derived Fuel (RDF) untuk sampah anorganik dan budi daya magot untuk sampah organik. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang ditimbun serta menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah.

“Masyarakat memiliki peran penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah. Mulai dari memilah sampah rumah tangga, mengirimkan sampah anorganik ke bank sampah, hingga mengolah organik menjadi kompos. Pemerintah hanya bisa berhasil kalau masyarakat ikut terlibat aktif,” jelasnya.

Selain itu, DLH juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi publik agar kesadaran pengelolaan sampah semakin meningkat. Melalui kolaborasi dengan sekolah, komunitas lingkungan, dan lembaga sosial, gerakan pengurangan sampah mulai tumbuh dari lingkungan terdekat.

Penghentian proyek PSEL dianggap bukan akhir dari inovasi pengelolaan sampah di Kota Tangerang, melainkan awal dari strategi baru yang lebih adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan. “Kami akan terus berinovasi, memastikan sampah dikelola secara bertanggung jawab tanpa membebani lingkungan,” tegas Wawan.

Dengan fokus baru ini, Kota Tangerang berharap menjadi contoh daerah yang mampu menyeimbangkan pembangunan dengan kelestarian lingkungan, serta mengubah paradigma pengelolaan sampah menjadi peluang ekonomi sirkular yang menguntungkan warga. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.