JAKARTA, KONSEPNEWS – Settle kembali mengguncang skena musik Bali melalui perilisan single terbaru berjudul “SHIV3R”, sebuah karya bernuansa emo/rap yang menandai fase baru perjalanan kreatif mereka menuju EP terbaru pada awal 2026. Setelah dua tahun tanpa rilisan sejak album Adult Connection (2023), unit alternatif rock/emo ini muncul dengan format yang lebih segar, lebih gelap, dan lebih berani, menunjukkan bahwa mereka siap memasuki babak baru dalam eksplorasi musikal. Kolaborasi tak terduga bersama rapper Denpasar Oz the Oddz menjadi penanda kuat bahwa Settle tidak lagi berada pada zona nyaman.
“SHIV3R” menyajikan paduan yang tak biasa antara energi rap emosional dan karakter emo yang telah menjadi identitas kuat Settle. Warna vokal Oz the Oddz berpadu dengan dinamika gitar dan vokal Rama yang raw, sementara permainan trompet oleh Laksmi Devi menambahkan lapisan dramatis yang membuat lagu ini terasa seperti perjalanan emosional yang intens. Perpaduan elemen rap, emo, dan instrumen tiup menciptakan lanskap suara baru yang terasa kelam namun elegan, memperluas definisi gaya musik Settle.
Menurut Yudi, bassist Settle, kolaborasi ini bukan sekadar eksperimen spontan, melainkan bagian dari proses pembaruan identitas musikal yang telah mereka rancang sejak lama. Ia menyebut bahwa kehadiran Oz memberikan dimensi baru bagi cara Settle memandang emo/rap yang kini semakin mendapat tempat di industri musik alternatif. Yudi menegaskan bahwa proyek ini menjadi ruang bagi mereka untuk meruntuhkan batas-batas genre sekaligus menemukan cara baru bercerita melalui musik.
Di balik ketukan dan atmosfer kelam “SHIV3R”, liriknya berfokus pada pergulatan batin seorang individu yang masih terikat pada memori masa lalu meski hubungan telah berakhir. Baris “Even when you say it’s over, I still feel you right in my heart” menjadi inti emosional dari lagu ini, menangkap rasa kehilangan yang tak sembuh-sembuh. Tema tersebut membuat “SHIV3R” terasa dekat dengan banyak pendengar yang pernah bergulat dengan perasaan serupa—perasaan yang tak pernah benar-benar pergi.
Proses produksi lagu ini dilakukan secara mandiri oleh Settle, memperkuat komitmen mereka terhadap independensi kreatif. Mereka menggandeng Pramastya Bayu dari Pizza Record yang duduk sebagai produser bersama Settle dan Oz the Oddz, memastikan bahwa setiap elemen musik dalam “SHIV3R” tereksekusi secara maksimal. Pendekatan mandiri ini menjadikan lagu tersebut sebagai representasi utuh tentang identitas kreatif Settle di era baru.
Visual dari artwork “SHIV3R” digarap oleh fotografer Adi Dharma, sosok yang juga pernah mengerjakan karya visual untuk Unpleasant Feelings Chapter Two (2021). Sentuhan visualnya menampilkan estetika gelap dan minimalis yang sejalan dengan nuansa emosional lagu, memberi gambaran jelas tentang dunia yang ingin dibangun Settle dalam rilisan ini. Visual tersebut juga menjadi elemen penting dalam membentuk atmosfer yang lebih dalam bagi para pendengar.
Dengan tekstur musik yang intens dan narasi emosional yang relevan, “SHIV3R” membuka pintu menuju fase kreatif yang lebih ekspresif bagi Settle. Single ini menunjukkan bahwa mereka tidak lagi sekadar menjadi band alternatif rock/emo, tetapi sedang berkembang menjadi unit yang siap mendobrak batas-batas genre dan menggali narasi personal secara lebih berani. Rilisan ini juga mempertegas posisi Bali sebagai salah satu pusat musik alternatif yang terus berkembang.
Sebagai pembuka menuju EP terbaru pada awal 2026, “SHIV3R” menjadi pondasi kuat bagi transformasi Settle. Lagu ini memperlihatkan bahwa keberanian mereka untuk keluar dari pola lama justru membawa hasil yang matang, emosional, dan penuh karakter. Jika lagu ini menjadi gambaran arah baru mereka, maka EP mendatang akan menjadi salah satu rilisan yang paling ditunggu dalam skena alternatif Indonesia. san/*





