Sir Dandy Terpilih Jadi Presiden TCF 2026–2030 Lewat Pemilu Unik Berbasis Bibit Pohon

by

TANGSEL, KONSEPNEWS – Pemilu Raya yang digelar Tangsel Creative Foundation (TCF) menghadirkan konsep demokrasi unik yang berbeda dari biasanya. Kegiatan yang berlangsung pada 25 April 2026 di City Gallery Tangerang Selatan ini mengusung tema “Memilih untuk Tetap Tumbuh” dengan pendekatan ramah lingkungan.

Sebagai jejaring komunitas kreatif terbesar di Tangerang Selatan, TCF menghadirkan mekanisme pemilihan presiden yang tidak konvensional. Dalam proses pencoblosan, setiap pemilik suara diwajibkan membawa bibit pohon yang dijadikan simbol surat suara, sekaligus bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Founder TCF, Hilmi Fabeta, menjelaskan bahwa konsep ini merupakan bentuk demokrasi khas komunitas kreatif. “Pemilu Raya TCF adalah upaya demokrasi ala komunitas kreatif yang menggunakan pohon sebagai surat suara, dan tanpa ambang suara pencalonan, setiap anggota TCF bebas mengajukan diri menjadi Presiden,” ujarnya.

Pemilu Raya ini digelar secara periodik setiap 3 tahun 9 bulan dan melibatkan 134 anggota tetap sebagai pemilik suara. Sistem ini memberikan ruang partisipasi terbuka bagi seluruh anggota tanpa batasan pencalonan.

Pada pemilu kali ini, dua kandidat maju sebagai calon presiden, yakni Mas Tomo dan Sir Dandy. Mas Tomo dikenal sebagai pelukis dengan spesialisasi sketsa dan still-life serta aktif dalam komunitas seni rupa Tangerang Raya. Sementara Sir Dandy merupakan musisi sekaligus seniman kontemporer yang dikenal melalui band Teenage Death Star.

Setelah proses pencoblosan dan penghitungan suara, Komisi Pemilu Raya TCF menetapkan Sir Dandy sebagai pemenang dengan perolehan 46 suara atau 53,49 persen. Ia unggul atas Mas Tomo yang meraih 40 suara atau 46,51 persen.

Dengan hasil tersebut, Sir Dandy resmi menjabat sebagai Presiden TCF periode 2026–2030 dan akan memimpin 45 jejaring komunitas kreatif yang terafiliasi di bawah TCF.

Pemilu Raya ini tidak hanya menjadi ajang demokrasi internal, tetapi juga simbol semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian lingkungan. TCF berharap model ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam mengembangkan sistem demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.