JAKARTA, KONSEPNEWS – Rahasia Intelijen kembali hadir dengan karya penuh kritik lewat single “Suci Tanah Pembantaian”. Lagu ini menjadi refleksi keras terhadap konflik global yang terus berlangsung atas nama agama, politik dan kekuasaan.
Dirilis melalui HALOS Records, single tersebut tampil dengan nuansa metal alternatif agresif yang dipenuhi riff gitar menghentak, vokal penuh emosi dan lirik bernada perlawanan.
Menurut Anindya Pramadhyana, lagu ini lahir dari keresahan melihat konflik berkepanjangan yang menjadikan masyarakat sipil sebagai korban utama.
“Lewat lagu ini kami ingin menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung berabad-abad bukan hanya soal perebutan wilayah, tetapi juga tentang bagaimana kepentingan elit sering kali mengorbankan masyarakat sipil,” ujar Anindya.
Rahasia Intelijen menilai narasi religius sering kali digunakan untuk membenarkan kekerasan dan peperangan, sementara aktor-aktor berkepentingan justru memperoleh keuntungan dari konflik tersebut.
Selain membahas perang modern, lagu ini juga merefleksikan kondisi sosial yang lebih luas, termasuk meningkatnya polarisasi sosial dan perang opini di era digital.
Winky Wiryawan mengatakan musik menjadi media paling jujur untuk menyampaikan keresahan terhadap realitas yang sering diabaikan masyarakat.
“‘Suci Tanah Pembantaian’ adalah ekspresi kami terhadap realitas yang sering diabaikan,” kata Winky.
Dengan pesan yang kuat, Rahasia Intelijen berharap lagu ini dapat mengajak pendengar untuk lebih peduli terhadap nilai kemanusiaan dan pentingnya menjaga persatuan di tengah situasi dunia yang semakin terpecah.
Single “Suci Tanah Pembantaian” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital dan menjadi salah satu rilisan metal Indonesia yang paling menyita perhatian tahun ini. san/*






