JAKARTA,, KONSEPNEWS – Ajang X The League (XTL) menjadi panggung baru bagi para kreator digital untuk membuktikan kemampuan mereka dalam mengubah pengaruh menjadi performa bisnis secara nyata. Kompetisi ini menghadirkan format unik yang menggabungkan hiburan dengan strategi penjualan secara langsung (live commerce).
Sebagai pemilik tim Singapura–Malaysia, Gushcloud International menilai ajang ini sebagai peluang besar untuk menunjukkan potensi kreator di tingkat global.
General Manager Gushcloud Singapore, Joanne Liew, menyatakan bahwa partisipasi Singapura dalam kompetisi ini merupakan langkah penting dalam pengembangan ekosistem kreator.
“Ini adalah pertama kalinya Singapura menerjunkan tim dalam liga live commerce global sebesar ini, dan kami masuk sebagai underdogs yang siap membuktikan diri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa potensi industri social commerce di Singapura terus berkembang pesat, termasuk kontribusi live commerce dalam pasar e-commerce.
“Peluangnya sangat besar. Di Singapura saja, social commerce—termasuk live commerce—sudah menyumbang sekitar sepertiga dari pasar e-commerce. Kompetisi seperti X The League menunjukkan bagaimana komunitas yang digerakkan oleh kreator dapat mengubah pengaruh menjadi performa komersial nyata di panggung global,” jelasnya.
Dalam kompetisi ini, para peserta tidak hanya dituntut untuk menghibur, tetapi juga mampu memimpin tim, menyusun strategi penjualan, serta berinteraksi secara efektif dengan audiens untuk meningkatkan transaksi.
Total hadiah yang diperebutkan dalam ajang ini mencapai US$500.000, menjadikannya salah satu kompetisi live commerce terbesar saat ini.
Dengan dukungan infrastruktur regional yang kuat, Gushcloud optimistis tim Singapura–Malaysia mampu bersaing dan memberikan hasil maksimal. Ajang ini sekaligus menjadi momentum penting bagi kreator untuk memperluas jangkauan pengaruh mereka ke pasar global. san/*





