JAKARTA, KONSEPNEWS – Ketua Forum Masyarakat Pemerhati Kebijakan Publik (FMPKP), Wisnu Haryanto menilai sudah seharusnya tidak adalagi kegiatan pungutan liar (pungli) di Samsat Jakarta Timur.
“Bagaimana itu bisa terjadi, jangan sampai justru orang dalam sendiri yang jadi oknumnya,” kata Wisnu kepada wartawan, Rabu (18/12/2024).
Dirinya menyebut harusnya Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman maupun Kanit Samsat Jaktim AKP Narendra Rian sudah bisa membersihkan oknum-oknum seperti ini.
“Bebas pungli jangan hanya jadi slogan. Dan Polri harus bisa membenahi hal seperti ini,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang wajib pajak berinisial R di Samsat Jakarta Timur menceritakan pengalamannya saat mengurus surat-surat kendaraan bermotor.
R menjelaskan dirinya ingin melakukan mutasi kendaraan bermotor dari Jakarta ke wilayah Jawa Barat. Saat berada di Loket Mutasi dirinya ditawarkan untuk dibantu prosesnya oleh salah satu oknum.
“Ada oknum yang menawarkan untuk dibantu dalam proses mutasinya,” kata R.
Dilanjutkan oleh R dirinya ditawari dengan harga Rp300 – Rp 500 Ribu untuk jasa proses mutasi tersebut. Hanya saja dirinya enggan menggunakan jasa tersebut dan menolak dibantu.
“Rp 300 untuk motor dan Rp 500 ribu untuk mobil,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi terkait dugaan pungli tersebut Kamis (19/12), Dirlantas Polda Metro Jaya dan Kanit Samsat Jakarta Timur, engan menjawab pertanyaan wartawan. Zan





