JAKARTA, KONSEPNEWS – Buku Seberkah Al Aqsa Sesuci Ka’bah bukan hanya tentang Palestina atau bisnis. Ia adalah pernyataan hidup dari seorang perempuan bernama Ayu Aida—penulis, pengusaha, sekaligus aktivis kemanusiaan yang menjadikan hidupnya sebagai bagian dari ibadah tak henti. Dalam buku ini, ia menyatukan kekuatan narasi dan aksi nyata dalam membangun dunia yang lebih adil dan penuh cinta.
Tulisan Ayu terasa hidup karena berakar pada pengalaman nyata. Ia bercerita tentang jatuh bangun membangun bisnis syariah, mengelola komunitas, serta menyaksikan langsung penderitaan rakyat Gaza. Tak ada hiperbola dalam kisahnya, hanya kejujuran yang membekas. Itulah yang membuat bukunya menjadi laris dan dibicarakan banyak pembaca dari berbagai latar belakang.

Sebagai penulis, Ayu membawa pendekatan literasi yang segar: spiritual tapi tidak kaku, motivasional tapi tidak kosong. Ia mengajak pembaca berdagang sambil berdzikir, berbagi sambil bersyukur, dan sukses sambil merendah. Buku ini terasa personal karena ditulis dengan jiwa dan tindakan, bukan sekadar teori.
Komunitas Pengusaha KAYA yang digagasnya pun tumbuh pesat. Buku ini menjadi semacam pedoman rohani dan bisnis bagi anggota komunitas yang ingin bangkit dari jeratan utang dan kehidupan konsumtif. Ayu membuktikan bahwa jalan keberkahan adalah jalan yang bisa dilalui siapa saja, asalkan ada niat, ilmu, dan tawakal.

Ketika banyak buku motivasi menawarkan mimpi tanpa pondasi spiritual, Seberkah Al Aqsa Sesuci Ka’bah hadir sebagai alternatif yang utuh. Ia menyatukan makna, tujuan, dan aksi. Tidak hanya mengajak, tapi juga menuntun. Dan itu menjadi daya tarik tersendiri yang sulit dilupakan pembacanya.
Kesuksesan buku ini membuka ruang baru bagi literasi Islami yang menginspirasi dan membumi. Ia menghubungkan dunia dan akhirat tanpa dikotomis. Dengan desain yang elegan dan isi yang penuh hikmah, buku ini menjadi koleksi penting bagi siapa saja yang mendamba hidup penuh makna.

Ayu Aida telah melampaui sekadar gelar penulis. Ia adalah pelaku sejarah kecil yang menggerakkan perubahan melalui tulisan dan tindakan. Buku ini adalah cerminan dari misi hidupnya: memberi, membangun, dan mencintai karena Allah.
Dengan peluncuran Seberkah Al Aqsa Sesuci Ka’bah, Ayu tak hanya menghadirkan buku. Ia menghadirkan harapan. Dan bagi umat yang ingin hidup dalam keberkahan, inilah bacaan yang menjawab keresahan zaman. san/*







