KOTA BOGOR, KONSEPNEWS – Tim Raimas Polresta Bogor Kota kembali bergerak cepat dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Rabu dini hari, 16 Juli 2025, petugas berhasil mengamankan lima remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran antarkelompok di kawasan Bogor Tengah. Para remaja tersebut berasal dari kelompok yang menyebut dirinya Team Kaciw, Team Silent, dan Athopink.
Aksi pengamanan ini bermula dari patroli rutin yang dilakukan Tim Raimas. Saat melintasi area rawan, petugas mencurigai sekelompok remaja yang berkumpul dengan gerak-gerik mencurigakan. Penelusuran lebih lanjut di lokasi sekitar membuahkan hasil: delapan bilah senjata tajam ditemukan tersembunyi di sejumlah titik, meskipun tidak ditemukan langsung di badan para remaja tersebut.
Demi menjaga situasi tetap kondusif, kelima remaja bersama barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Bogor Tengah untuk pemeriksaan dan proses pendalaman lebih lanjut. Penindakan cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Bogor Kota dalam menekan angka kejahatan jalanan yang melibatkan kelompok remaja.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kekerasan di Kota Bogor. “Upaya preventif dan represif ini akan terus kami lakukan guna menjaga keamanan warga”, kata Kombes Pol Eko Prasetyo .
“Seluruh potensi aksi kekerasan, tawuran, dan gangguan kamtibmas akan kami tindak tegas. Kota Bogor harus tetap aman bagi semua kalangan,” tegasnya.
Kegiatan patroli malam akan terus digiatkan di titik-titik rawan yang kerap dijadikan lokasi berkumpul kelompok remaja. Kolaborasi dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dari deteksi dini, agar setiap potensi konflik bisa segera diantisipasi.
Polresta Bogor Kota juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka di luar rumah, terutama pada malam hari. Langkah ini menjadi sinergi penting dalam membangun lingkungan sosial yang aman dan produktif bagi remaja.
Keberhasilan pengamanan dini ini menunjukkan bahwa kehadiran aktif aparat di lapangan mampu mencegah terjadinya kekerasan yang lebih luas, serta membuktikan bahwa patroli rutin tetap menjadi ujung tombak keamanan wilayah. san/*






