KOTA DEPOK, KONSEPNEWS – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pendidikan memastikan Program Rintisan Sekolah Siswa Gratis (RSSG) masih menerima pendaftaran hingga 31 Agustus 2025. Kebijakan ini diambil untuk memastikan seluruh lulusan Sekolah Dasar (SD) dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya bagi keluarga yang mengalami kendala biaya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah, menjelaskan bahwa perpanjangan masa pendaftaran menyesuaikan dengan batas waktu pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang digunakan sebagai dasar penyaluran dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). “Sampai akhir Agustus masih dibuka. Kebijakan ini kami ambil karena khawatir masih ada siswa yang belum mendapatkan sekolah,” ungkapnya, Senin (28/7).
Menurut Siti, pemutakhiran data Dapodik menjadi hal krusial bagi perencanaan pendidikan di tingkat daerah. Dengan data yang lengkap dan akurat, proses pendanaan sekolah melalui BOSP akan berjalan lebih lancar dan tepat sasaran. Sekolah pun diimbau segera memastikan validitas data siswanya sebelum batas cut off.
Per 28 Juli 2025, tercatat sudah 2.512 lulusan SD bersekolah di 49 SMP yang tergabung dalam program RSSG tahun ini. Namun dari total target 3.000 siswa, masih tersedia kuota bagi calon peserta lainnya. “Alhamdulillah sudah 2.512 siswa terdaftar. Tapi jika masih ada anak-anak yang belum mendapatkan sekolah, orang tua bisa datang langsung ke Disdik,” jelas Siti.
Program RSSG menjadi bagian dari komitmen Pemkot Depok dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan merata. Dinas Pendidikan bahkan membuka bantuan langsung bagi keluarga yang kesulitan menemukan sekolah, dengan mendatangi kantor Disdik atau menghubungi narahubung program.
“Silakan menghubungi Pak Safrudin di nomor 0821-1739-919. Kami akan bantu proses pendaftaran hingga anak tersebut mendapatkan sekolah,” imbuh Siti. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa tidak boleh ada anak Depok yang tertinggal pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
Melalui RSSG, pemerintah juga ingin menghapuskan diskriminasi dalam akses pendidikan formal. Keberadaan 49 SMP mitra dalam program ini merupakan bentuk gotong royong antar lembaga pendidikan negeri dan swasta yang didukung penuh oleh Disdik Depok. san/*






