KABUPATEN TANGERANG, KONSEPNEWS – Pemkab Tangerang menggelar Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Tigaraksa sebagai respons atas melonjaknya harga beras di pasaran. Dengan menggandeng Perum Bulog, pemerintah menyediakan 400 paket beras 5 kilogram dengan harga Rp55 ribu, subsidi yang jauh di bawah harga pasar yang kini mencapai Rp76 ribu hingga Rp80 ribu.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menilai bahwa kegiatan ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. “Walaupun kondisi masih belum sepenuhnya kondusif, insyaAllah gerakan ini bisa membantu masyarakat dalam beberapa bulan ke depan,” tegasnya.
Menurut data, total beras yang disalurkan di Tigaraksa mencapai 2 ton. Program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan serupa di kecamatan lain, dengan target seluruh wilayah Kabupaten Tangerang mendapat giliran. Dukungan penuh diberikan oleh Bulog agar stok beras tetap terjaga.
Resmiyati Marningsih, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, menyebut program ini merupakan langkah antisipatif terhadap kelangkaan pasokan. “Dengan adanya program ini, kami ingin masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Di lapangan, antusiasme warga terlihat jelas. Sejak pagi, ratusan orang mengantre demi mendapatkan beras bersubsidi. Bagi mereka, harga murah yang ditawarkan menjadi penyelamat di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.
Ninis, warga Tigaraksa, menyampaikan bahwa program ini sangat meringankan pengeluaran rumah tangganya. “Kalau beli di pasar bisa sampai Rp80 ribu. Dengan harga Rp55 ribu, saya bisa hemat dan alokasikan untuk kebutuhan lain,” ucapnya.
Gerakan Pangan Murah bukan sekadar upaya menekan harga beras, tetapi juga bentuk solidaritas pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan lokal. Dengan harga terjangkau, masyarakat kecil tetap bisa mengakses kebutuhan pokok tanpa harus terbebani.
Langkah berkelanjutan yang direncanakan Pemkab Tangerang menjadi harapan bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu menstabilkan harga beras hingga situasi pasokan dan permintaan kembali normal. san/*






