Mila Rosa Rilis 2 Lagu Sekaligus, “Mata Buaya” dan “Terlalu Sayang”, Ciptaan H Ukat S

by
foto dok. ig@mila.rosa1
foto dok. ig@mila.rosa1

JAKARTA, KONSEPNEWS – Kabar bahagia datang dari penyanyi dangdut senior Mila Rosa yang kembali ke industri musik lewat dua lagu baru, “Mata Buaya” dan “Terlalu Sayang.” Kedua karya ciptaan H. Ukat S. itu langsung mengantarkan namanya masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2025 untuk dua kategori bergengsi: Artis Solo Dangdut Wanita dan Artis Dangdut Elektro Wanita.

Setelah lama menekuni dunia akademik dan meraih gelar doktor ekonomi/manajemen, Mila Rosa kembali menunjukkan bahwa darah seninya tak pernah hilang. “Saya memang lama tidak muncul di layar, tapi musik tetap menjadi bagian hidup saya,” ujarnya di sela latihan menjelang penampilan di IMTV Jakarta.

Comeback ini terasa spesial karena dikemas secara profesional. Kedua lagu barunya akan diputar serentak di 100 radio nasional pada 15 Oktober 2025, dan sudah mengisi slot malam di Bens Radio 106.2 FM Jakarta setiap pukul 22.00–24.00 WIB.

Tak hanya itu, pada Minggu, 12 Oktober 2025, Mila Rosa tampil dalam acara SHOW ONE di IMTV Jakarta bersama Pipih Kurnia dan Heru BosBro. Ia membawakan lagu baru serta deretan hits lawas yang pernah melambungkan namanya di masa lalu.

Video klip “Mata Buaya” dan “Terlalu Sayang” juga siap tayang rutin enam kali sehari di IMTV Jakarta dan kanal Sugisuryagemilang. Dengan produksi yang modern dan konsep visual yang segar, Mila tampil lebih energik namun tetap mempertahankan ciri khas dangdut klasiknya.

Mila mengaku terharu dengan respon positif dari industri. “Bisa masuk nominasi saja sudah luar biasa. Artinya karya dangdut masih dihargai,” tuturnya rendah hati.

Keterlibatannya dalam dunia pendidikan turut menjadi nilai tambah. Sosok Mila menunjukkan bahwa penyanyi dangdut pun bisa berpendidikan tinggi tanpa meninggalkan identitas musikalnya. “Saya ingin menunjukkan bahwa seni dan akademik bisa berjalan seiring,” katanya.

Melalui “Mata Buaya” dan “Terlalu Sayang,” Mila Rosa menegaskan bahwa dangdut tetap hidup di setiap generasi. Ia bukan sekadar kembali ke panggung, tetapi juga kembali ke hati para penikmat musik Indonesia. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.