Polisi Gerebek Toko Kosmetik di Cipondoh yang Jual Obat Berbahaya

by
foto dok. polrestro tangerang kota
foto dok. polrestro tangerang kota

KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Dari luar, toko kecil di Jalan Kampung Candulan, Cipondoh, Kota Tangerang, tampak seperti toko kosmetik biasa. Etalase dipenuhi lipstik, krim wajah, dan parfum murah. Namun di balik rak kosmetik itu, tersimpan ratusan butir obat keras yang dijual tanpa izin.

Senin (27/10/2025) malam, Unit Reskrim Polsek Cipondoh membongkar praktik penjualan obat terlarang itu dan menangkap pelakunya, seorang pemuda 20 tahun asal Aceh Utara berinisial M alias Gal.

“Awalnya kami terima laporan dari masyarakat yang curiga dengan aktivitas jual beli di toko itu. Setelah dilakukan observasi, ternyata benar ada transaksi obat keras tanpa izin,” ujar Kanit Reskrim IPTU Amin Isrofi.

Polisi yang datang ke lokasi langsung menemukan berbagai jenis obat keras, di antaranya Hexymer, Tramadol, Trihex, Alprazolam, dan Merlopam. Semua disimpan di dalam kantong plastik di bawah meja kasir. Barang bukti lain seperti uang tunai hasil penjualan dan satu unit handphone juga turut diamankan.

Dalam pemeriksaan, M alias Gal mengaku baru lima hari menjalankan bisnis gelap tersebut. Ia mendapatkan pasokan dari seseorang bernama Suhman, yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang. Gal mengaku hanya mengikuti arahan pemasok dan menerima sebagian kecil keuntungan.

“Pelaku mengaku mendapat Rp100 ribu per hari dari hasil penjualan. Tapi uang itu tak sebanding dengan risiko pidana yang menunggunya,” ujar Kapolsek Cipondoh AKP Yudha Prakoso, S.I.K., M.A.

Polisi kini tengah memburu Suhman, yang diduga menjadi pemasok utama jaringan ini. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelanggaran hukum di bidang kesehatan.

“Kami akan menindak tegas siapa pun yang memperjualbelikan obat keras tanpa izin. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Kasus ini menjadi pelajaran pahit bagi warga. Di tengah kesibukan sehari-hari, siapa sangka toko yang tampak polos bisa menyimpan bahaya yang mengintai generasi muda. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.