KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Inisiatif Ojol Mart yang kini berkembang di wilayah Polres Metro Tangerang Kota bukan hanya sekadar program pembinaan komunitas, tetapi telah menjadi gerakan sosial-ekonomi baru yang menumbuhkan semangat kemandirian. Di bawah arahan Kapolda Metro Jaya dan pelaksanaan oleh Polres, program ini menggabungkan aspek keamanan, solidaritas, dan pemberdayaan.
Kapolres Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari menyebut, Ojol Mart merupakan hasil dialog intensif antara kepolisian dan komunitas ojek online untuk menciptakan wadah ekonomi produktif yang berkelanjutan. “Kami ingin mitra Polri memiliki ruang aman dan berdaya secara ekonomi. Ojol Mart adalah jawaban itu,” katanya.
Konsep Ojol Mart mengedepankan prinsip partisipasi. Para pengemudi tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengelola. Melalui sistem presidium, keuntungan dikelola bersama untuk kesejahteraan anggota, bukan individu. Polri turut memberikan modal awal dan pendampingan manajerial.
Dukungan publik pun mengalir, termasuk dari tokoh masyarakat seperti John LBF yang berkomitmen membantu mendirikan 10 titik baru. Dukungan ini memperkuat fondasi ekonomi komunitas ojol agar dapat tumbuh secara mandiri di setiap kecamatan.
Selain itu, Ojol Mart juga berfungsi sebagai ruang sosial — tempat berkumpul, berbagi informasi, dan menjaga keamanan lingkungan. Dengan jam operasional 24 jam, lokasi ini menjadi simbol kolaborasi antara ketertiban dan kesejahteraan.
Program Ojol Mart juga memperlihatkan bagaimana Polri memperluas peran sosialnya melalui pendekatan kemitraan, bukan hanya penegakan hukum. Polres Metro Tangerang Kota kini menjadi contoh bahwa inovasi kepolisian bisa berdampak langsung bagi ekonomi rakyat.
Dalam jangka panjang, keberhasilan program ini dapat direplikasi di kota lain. Dengan dukungan pengusaha, komunitas digital, dan aparat keamanan, Ojol Mart berpotensi menjadi model kolaborasi sosial modern yang menggerakkan ekonomi akar rumput. san/*





