TANGSEL, KONSEPNEWS – Kolaborasi Yayasan Peduli Anak Indonesia (Yapena Indonesia) dan Vision of Peace dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2026 menjadi potret nyata bagaimana nilai toleransi dan perdamaian ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Melalui aksi sosial lintas iman di Yayasan Pintu Elok, Pamulang, pesan kemanusiaan disampaikan dengan pendekatan seni, simbol, dan kebersamaan.
Rangkaian acara diawali dengan pelepasan sepasang burung merpati putih sebagai simbol perdamaian dunia. Momen tersebut menjadi pembuka reflektif bahwa perdamaian bukan hanya konsep global, tetapi juga sikap hidup yang perlu dipraktikkan dalam keseharian, terutama di tengah masyarakat yang majemuk.
Natasha Dematra dari Vision of Peace menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin bersama Yapena Indonesia. Menurutnya, Desember memiliki makna khusus sebagai bulan perdamaian dunia. “Kami ingin memberikan inspirasi dan edukasi tentang perdamaian dunia kepada adik-adik. Harapannya, di tahun 2026 Indonesia dan seluruh dunia terus hidup dalam damai,” ujarnya.
Pesan toleransi juga digaungkan melalui lomba menggambar yang melibatkan ratusan anak yatim. Karya-karya mereka menjadi medium ekspresi tentang dunia tanpa kekerasan dan diskriminasi. Kegiatan ini sejalan dengan tema Vision of Peace Initiative, Kita Harus Memperlakukan Orang Lain Sebagaimana Kita Ingin Diperlakukan.
Wakil Ketua Yapena Indonesia, Sumardi Padil, menilai kegiatan lintas iman ini sebagai warisan nilai bagi generasi muda. “Perbedaan bukan penghalang, melainkan anugerah Tuhan. Toleransi harus menjadi warisan bagi generasi muda agar saling menghormati dan menguatkan dalam kebersamaan,” tuturnya.
Acara semakin hangat dengan pertunjukan musik angklung yang dibawakan anak-anak panti asuhan, menciptakan suasana kebersamaan yang sederhana namun sarat makna. Kehadiran para anggota Yapena Indonesia dan tokoh masyarakat menunjukkan dukungan kolektif terhadap gerakan kemanusiaan lintas iman.
Sandec Sahetapy, salah satu tamu yang hadir, mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. “Saya bangga sekali bisa menghadiri acara ini. Teruslah berbuat kebaikan, maka kebaikan itu akan kembali kepadamu,” ucapnya.
Menutup rangkaian acara, pengumuman pemenang lomba menggambar, pembagian hadiah, serta penyaluran donasi dan oleh-oleh menjadi simbol bahwa kepedulian dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sederhana namun berdampak besar. Yapena Indonesia dan Vision of Peace berharap kolaborasi ini terus berlanjut sebagai bagian dari gerakan jangka panjang membangun budaya damai.
Di tengah tantangan sosial yang kerap menguatkan perbedaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa masa depan toleransi Indonesia bertumpu pada pendidikan nilai kemanusiaan sejak usia dini—dimulai dari ruang-ruang kecil, dengan ketulusan dan konsistensi. san/*







