MALANG, KONSEPNEWS – Film “Sayap Garuda” tak hanya menghadirkan cerita tentang perundungan, tetapi juga mengajak pelajar menjadi bagian dari solusi. Sutradara Tarmizi Abka secara khusus melibatkan siswa-siswi berprestasi sebagai simbol perlawanan terhadap bullying.
Diproduksi oleh TRAZZ PICTURES bersama Sekolah SUKMA, film ini menempatkan pelajar bukan sekadar objek cerita, melainkan agen perubahan. Mereka diproyeksikan menjadi Duta Anti-Bullying di lingkungan sekolah masing-masing.
Bagi Tarmizi Abka, Film “Sayap Garuda” bukan sekadar tontonan hiburan, melainkan medium edukasi dan refleksi sosial yang menyoroti dampak psikologis perundungan terhadap generasi muda.
“Film ini lahir dari keprihatinan saya melihat semakin banyaknya kasus kekerasan di sekolah. Dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar,” ujar Tarmizi Abka dalam keterangannya, baru-baru ini.
Dengan dukungan aktor nasional seperti Yama Carlos dan August Melasz, film ini memperkuat pesan bahwa prestasi, empati, dan keberanian bersuara adalah kunci menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.
Melalui “Sayap Garuda”, Tarmizi berharap lahir generasi pelajar yang berani menolak kekerasan dan menjunjung nilai kemanusiaan. ***





