Sun Life Soroti Literasi Finansial Digital

by
foto dok. sun life
foto dok. sun life

JAKARTA, KONSEPNEWS – Tahun Baru Imlek tak sekadar tentang keberuntungan dan angpao, tetapi juga momentum refleksi finansial. Survei terbaru dari Sun Life Indonesia menunjukkan 77 persen responden memperkirakan akan tetap bekerja setelah usia pensiun, baik karena pilihan maupun kebutuhan ekonomi.

Fenomena ini erat kaitannya dengan beban generasi sandwich. Banyak pekerja Indonesia harus menopang dua generasi sekaligus, sehingga ruang untuk menabung dan berinvestasi menjadi terbatas.

Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia, menilai literasi finansial menjadi kunci penting. Ia menegaskan bahwa institusi keuangan perlu menghadirkan panduan yang mengubah ketidakpastian menjadi pemberdayaan.

Menariknya, survei juga mencatat peningkatan penggunaan generative AI untuk mencari informasi finansial, dari 13 persen menjadi 30 persen. Akses informasi semakin mudah, tetapi keputusan jangka panjang tetap membutuhkan pertimbangan komprehensif.

Faktor kesehatan pun berperan besar. Sebanyak 58 persen responden yang optimistis terhadap masa pensiun menyebut kondisi fisik yang baik sebagai alasan utama. Ini menegaskan bahwa kesejahteraan finansial dan kesehatan berjalan beriringan.

Dengan tingkat Risk Based Capital (RBC) 518 persen untuk konvensional dan 220 persen untuk syariah per September 2025, Sun Life Indonesia menunjukkan fundamental keuangan yang kuat, jauh di atas ketentuan minimum pemerintah sebesar 120 persen.

Sebagai bagian dari Sun Life Financial Inc. yang terdaftar di bursa Toronto, New York, dan Filipina dengan kode SLF, Sun Life terus memperluas solusi perlindungan jiwa, kesehatan, pendidikan, dan perencanaan pensiun.

Imlek 2026 pun menjadi pengingat bahwa keberuntungan sejati bukan hanya soal rezeki instan, melainkan perencanaan matang yang menjamin kesejahteraan keluarga lintas generasi. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.