JAKARTA, KONSEPNEWS – Sastra Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Novel Mountains More Ancient (Sapaan Sang Giri) karya Isna Marifa berhasil masuk dalam daftar pendek (shortlist) Chommanard International Women’s Literary Award 2026 yang akan digelar di Bangkok.
Penghargaan ini merupakan ajang bergengsi yang memberikan apresiasi kepada penulis perempuan dari kawasan ASEAN, Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan. Karya yang terpilih dinilai berdasarkan kekuatan sastra, relevansi budaya, serta dampak sosial yang dihadirkan kepada pembaca global.

Isna Marifa mengaku tidak menyangka karyanya bisa bersanding dengan penulis-penulis hebat dari berbagai negara. “Saya sangat bersyukur Mountains More Ancient masuk daftar pendek Chommanard Award. Rasanya seperti mimpi disebut dalam satu daftar bersama para penulis yang begitu mumpuni,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi bukti bahwa cerita yang berakar dari sejarah Indonesia juga memiliki resonansi kuat di tingkat internasional. “Pengakuan ini menunjukkan bahwa kisah dalam novel ini relevan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia,” lanjutnya.

Novel ini sendiri berlatar tahun 1751 dan mengisahkan perjalanan seorang anak perempuan bernama Wulan yang harus meninggalkan tanah kelahirannya menuju Cape Colony di Afrika Selatan. Dalam perjalanan tersebut, ia dan keluarganya menghadapi realitas pahit pemindahan paksa, sekaligus berjuang mempertahankan identitas, keyakinan, dan ingatan di tengah lingkungan baru yang asing.
Karya ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Ananda Sukarlan yang menilai novel ini memiliki kekuatan emosional sekaligus nilai historis yang mendalam. “Buku ini bukan hanya indah bercerita, tapi juga dekat dengan pembaca karena berakar pada sejarah dan ajaran Jawa kuno yang digali secara artistik,” ungkapnya.

Sementara itu, pemerhati sosial dan budaya Halida Nuriah Hatta menyebut karya ini mampu menghadirkan pengalaman emosional yang kuat bagi pembaca. “Membaca buku ini membuat kita merasa menjadi bagian dari rasa pedih itu. Kita seakan ikut merasakan bagaimana nenek moyang mengalami perbudakan di masa lalu,” tuturnya.
Masuknya Mountains More Ancient ke dalam shortlist ini semakin memperkuat posisi sastra Indonesia di panggung dunia, melanjutkan jejak penulis sebelumnya seperti Ratih Kumala yang pernah meraih penghargaan serupa. Pemenang Chommanard International Women’s Literary Award 2026 sendiri dijadwalkan akan diumumkan pada 3 April 2026 di Bangkok. san/*






