Jakarta, Channelsatu.com – Pameran seni rupa “Space of Happiness” menghadirkan 17 perupa angkatan 1997 Institut Kesenian Jakarta dalam sebuah ruang ekspresi yang sarat memori kolektif dan perjalanan panjang kehidupan.
Digelar di Rasaharsa Coffee & Eatery, pameran ini menjadi wadah pertemuan kembali para seniman yang telah menempuh berbagai jalur karier namun tetap terikat oleh semangat seni.
Karya-karya yang ditampilkan mencerminkan beragam pengalaman personal, mulai dari kenangan sederhana hingga refleksi mendalam tentang kehidupan dan hubungan manusia.
Salah satu peserta, Dwi Budi Prasetyo, menyebut bahwa pameran ini menjadi ruang berbagi cerita. “Setiap karya adalah fragmen kehidupan yang kami kumpulkan selama 30 tahun,” katanya.

Nama-nama seperti Jimmy Budiman, Nyoman Antara, hingga Wulan Novianti Widjojo turut meramaikan pameran dengan karakter visual yang beragam.
Menurut Yohanes Catur Windu, semangat angkatan 97 tidak pernah pudar. “Kami dibesarkan dalam atmosfer kreatif yang sangat hidup, dan itu masih terasa sampai sekarang,” ujarnya.
Ia juga menyinggung peran komunitas seni kampus yang dahulu aktif membentuk karakter para perupa muda.
Pameran ini menjadi bukti bahwa memori kolektif tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi karya seni yang hidup dan relevan. san/*





