JAKARTA, KONSEPNEWS — Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan di 31 titik lokasi aksi penyampaian pendapat di muka umum di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Selasa (18/8).
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, sekitar 9.242 personel gabungan disiagakan yang terdiri dari 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, dan 1.850 personel BKO Mabes Polri.
“Kami mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan pemberitahuan kegiatan. Kehadiran TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertujuan memberikan rasa aman agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik,” kata Kombes Budi di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/8/26).
Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Peserta juga diingatkan untuk menjalankan kewajiban sebagaimana diatur dalam Pasal 6, termasuk menghormati hak dan kebebasan orang lain serta menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Kombes Budi mengatakan, aktivitas masyarakat lainnya tetap menjadi perhatian kepolisian, mulai dari kegiatan pendidikan, pekerjaan, perekonomian, transportasi, hingga aktivitas sehari-hari.
“Di sekitar lokasi kegiatan masih banyak masyarakat yang menjalankan aktivitas rutin. Karena itu, kami berharap penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib dengan memperhatikan hak masyarakat lainnya,” ujarnya.
Polda Metro Jaya, kata Budi, mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar Bundaran HI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Monas, dan kawasan sekitarnya agar memperhatikan informasi terkini serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi arus kendaraan. Pengalihan arus dilakukan apabila terjadi kepadatan dan diperlukan untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat,” bebernya.
Polda Metro Jaya berharap seluruh kegiatan penyampaian pendapat dan kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan tetap memperhatikan aktivitas serta hak masyarakat lainnya.
Pada kesempatan tersebut, personel juga mengenakan pita hitam di lengan kiri sebagai simbol solidaritas, keprihatinan, dan duka cita atas musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pita hitam yang kami kenakan merupakan bentuk solidaritas dan duka cita atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan proses penanganan dapat berjalan lancar,” kata Budi Hermanto. Zan






