Duta Topkey Energi Sukses Uji Drone untuk Pemeliharaan Jaringan PLN

by

JAKARTA, KONSEPNEWS – Pembersihan insulator pada menara transmisi listrik selama ini menghadapkan petugas pada risiko pekerjaan di ketinggian. Untuk mengatasi tantangan tersebut, PT Duta Topkey Energi menguji penggunaan drone yang dirancang untuk membersihkan insulator jaringan transmisi PLN tanpa mengharuskan petugas memanjat menara.

Teknologi yang diklaim perusahaan sebagai yang pertama di Indonesia itu didemonstrasikan di lingkungan Unit External ULTG Yogyakarta, UPT Salatiga, Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Direktorat Transmisi, pada Selasa (13/10/2026).

Inovasi ini dikembangkan untuk meningkatkan keselamatan pekerja, mengefisienkan pemeliharaan jaringan, serta menekan potensi gangguan listrik akibat penumpukan kotoran pada insulator.

Direktur Utama PT Duta Topkey Energi, Novita Emilda, S.E., M.M., mengatakan penggunaan drone diharapkan menjadi alternatif dari metode pemeliharaan konvensional yang masih mengandalkan tenaga manusia untuk menjangkau komponen jaringan di ketinggian.

“Melalui inovasi teknologi drone, kami ingin menghadirkan alternatif metode pemeliharaan yang dapat mengurangi paparan personel terhadap risiko tersebut, sekaligus mendukung pekerjaan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Novita Emilda kepada awak media di kantor PT Duta Topkey Energi di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Rabu (14/10/2026).

Garam laut hingga abu vulkanik menjadi tantangan
Pembersihan insulator merupakan bagian penting dari pemeliharaan jaringan transmisi. Komponen ini dapat mengalami penumpukan berbagai jenis kontaminan, mulai dari debu, endapan garam laut, abu vulkanik hingga partikel akibat kebakaran lahan.

Sebagai negara kepulauan dengan banyak wilayah pesisir dan aktivitas gunung berapi, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan insulator jaringan listrik.

Jika kontaminasi tidak dibersihkan secara berkala, lapisan kotoran pada permukaan insulator dapat meningkatkan risiko flashover atau loncatan listrik. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keandalan jaringan transmisi.

Atas dasar itu, Duta Topkey Energi mengembangkan metode pembersihan menggunakan drone agar pekerjaan pemeliharaan dapat menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan operasional ketenagalistrikan.

Direktur PT Duta Topkey Energi, Alex Xu, menjelaskan bahwa drone yang digunakan telah dimodifikasi dari teknologi yang sebelumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian. Pengembangan dilakukan dengan menambahkan sistem pompa dan perangkat penyemprotan agar drone dapat digunakan untuk membersihkan insulator jaringan listrik.

Drone tersebut dilengkapi tabung berkapasitas 35 liter berisi cairan khusus pembersih insulator. Cairan disemprotkan dengan tekanan tinggi untuk menjangkau bagian jaringan yang sulit diakses secara langsung oleh petugas.

“Tabungnya 35 liter. Kapasitas itu dinilai paling sesuai karena drone menggunakan baterai. Kalau tabungnya terlalu besar, daya baterainya juga harus diperhitungkan,” jelas Alex.

Dalam satu kali penerbangan, drone dapat beroperasi sekitar 30 menit. Setelah itu, perangkat harus kembali untuk penggantian tabung sebelum pekerjaan dilanjutkan. Durasi terbang dan kapasitas cairan menjadi faktor teknis yang perlu diperhitungkan dalam pelaksanaan pembersihan di lapangan.

Berpotensi membersihkan jaringan tanpa memadamkan listrik
Salah satu potensi yang ingin dikembangkan melalui teknologi ini adalah pembersihan insulator tanpa harus menghentikan aliran listrik. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi jaringan, hasil evaluasi teknis, serta prosedur dan standar keselamatan yang berlaku.

Alex menjelaskan, metode konvensional untuk pekerjaan tertentu dapat mengharuskan petugas memanjat menara dan menunggu jaringan dinonaktifkan. Penggunaan drone berpotensi mengurangi kebutuhan tersebut sehingga pemeliharaan dapat dilakukan ketika jaringan masih beroperasi, jika persyaratan teknis dan keselamatannya terpenuhi.

“Pakai drone, jaringan tetap bisa online. Jadi, listrik bisa terus berjalan dan tidak mengganggu kawasan maupun masyarakat,” kata Alex.

Meski demikian, kemampuan melakukan pekerjaan tanpa pemadaman tidak berarti seluruh kegiatan pembersihan dapat langsung dilaksanakan dalam kondisi jaringan bertegangan. Keandalan peralatan, karakteristik jaringan, kondisi lingkungan, dan kompetensi operator harus menjadi bagian dari penilaian sebelum metode ini diterapkan.

Menurut Alex, pengoperasian drone untuk jaringan transmisi membutuhkan keterampilan khusus karena memiliki tingkat risiko dan standar keselamatan berbeda dibandingkan penggunaan drone untuk keperluan umum. Teknologi serupa juga berpotensi dimanfaatkan untuk pekerjaan lain, seperti membersihkan kaca gedung.

Masih menunggu evaluasi PLN
Direktur Transmisi dan Perencanaan, Daniel Tampubolon, disebut menyambut positif gagasan pemanfaatan drone untuk mendukung modernisasi pemeliharaan jaringan transmisi.

Novita mengatakan demonstrasi di Yogyakarta juga memperoleh respons positif dari pihak pengguna di lapangan. Hasil pengenalan teknologi tersebut telah dilaporkan kepada PLN pusat untuk ditindaklanjuti.

Namun, perusahaan mengakui teknologi ini masih berada dalam tahap evaluasi dan belum diterapkan secara luas di Indonesia. Hingga Rabu (14/10/2026), belum ada kepastian mengenai jadwal implementasi maupun kontrak kerja sama untuk penggunaan komersial.

Alex berharap teknologi drone pembersih insulator dapat mulai direalisasikan pada 2027. Meski demikian, rencana tersebut masih bergantung pada hasil evaluasi, pemenuhan persyaratan teknis dan keselamatan, serta keputusan PLN.

Jika memenuhi seluruh persyaratan, teknologi ini berpotensi menjadi alternatif pemeliharaan jaringan transmisi, terutama untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses sekaligus mengurangi paparan pekerja terhadap risiko pekerjaan di ketinggian. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.