JAKARTA, KONSEPNEWS – Jakarta membuka perayaan ulang tahunnya ke-498 dengan kirab Toa Pe Kong yang megah di Glodok, Sabtu (21/6/2025). Ribuan orang menyaksikan prosesi sakral dan semarak tersebut, yang memperlihatkan warisan budaya Tionghoa yang masih hidup dan tumbuh di ibu kota.
Patung-patung dewa diarak dari Vihara Dharma Jaya Toa Se Bio, melintasi jalan-jalan yang padat oleh warga dan wisatawan. Tak hanya sebagai bentuk penghormatan spiritual, kirab ini juga menjadi tontonan budaya yang menyentuh banyak hati.
Keindahan pakaian tradisional, aroma dupa, hingga iringan alat musik tradisi menciptakan suasana magis di pusat kota. Warga tampak larut dalam suasana, menandai betapa kuatnya keterikatan warga Jakarta pada akar budayanya.
Festival ini bukan hanya milik komunitas Tionghoa, tapi juga milik Jakarta secara keseluruhan. Sebab budaya Tionghoa adalah bagian tak terpisahkan dari wajah pluralisme kota ini sejak dulu.
Keesokan harinya, Minggu (22/6/2025), giliran budaya Betawi tampil sebagai tuan rumah di Lapangan Banteng. Acara “Discover Betawi Art & Culture” mengundang warga untuk menikmati delman, tanjidor, silat, dan ondel-ondel secara gratis.
Area terbuka Lapangan Banteng disulap menjadi festival budaya keluarga yang menyenangkan. Anak-anak menari bersama ondel-ondel, sementara orang tua menikmati jajanan pasar di pasar senggol.
Kemeriahan ditutup dengan layar tancep khas Betawi yang menayangkan film jadul penuh nostalgia. Suasana Jakarta tempo dulu seakan hidup kembali di tengah modernitas kota.
Perpaduan dua budaya yang tampil dalam dua hari berturut-turut menjadi narasi kuat Jakarta sebagai kota penuh warna, tempat di mana tradisi dan inovasi berjalan berdampingan. san/*





