JAKARTA, KONSEPNEWS – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ikon musik legendaris dunia Arab, Abdel Halim Hafez, akan “kembali ke panggung” melalui konser imersif bertajuk HALIM: The Hologram Concert Experience. Konser ini menggabungkan teknologi hologram interaktif dengan live orchestra dan visual sinematik berstandar internasional.
Konser kolaborasi antara DNA Production (Indonesia) dan XtendVision International ini diposisikan sebagai langkah strategis menempatkan Indonesia di garis depan diplomasi budaya dan ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Abdel Halim Hafez, yang dijuluki El-Andaleeb El-Asmar atau The Dark-Skinned Nightingale, meninggal dunia pada 1977, namun warisannya tetap hidup. Ia dikenal sebagai suara revolusi dan cinta di dunia Arab, dengan karya-karya abadi seperti Ahwak, Zay El Hawa, Qareat Al Fingan, hingga Khosara, yang bahkan sempat disampling dalam lagu populer Jay-Z, Big Pimpin’.
“Konser ini bukan sekadar nostalgia, tapi perwujudan diplomasi budaya melalui teknologi dan seni. Indonesia menjadi jembatan antara dunia Arab dan Asia Tenggara,” ujar Sapta Nirwandar, Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (1/8).
Menurut Faical Nouach, CEO XtendVision Entertainment, konser ini akan menjadi pengalaman multidimensi yang belum pernah ada sebelumnya.
“Teknologi hologram interaktif kami memungkinkan penonton menyaksikan Abdel Halim secara hidup, seolah ia benar-benar hadir di panggung. Ini bukan hanya pertunjukan, tapi perayaan warisan budaya yang mendunia,” jelas Faical.
Sementara itu, Rina Novita, CEO DNA Production, menyampaikan bahwa Indonesia dipilih sebagai tuan rumah karena potensinya dalam membangun diplomasi kreatif melalui seni.
“Kami ingin membuka ruang bagi pertukaran budaya lintas negara. Dengan konser ini, kami mengenalkan warisan dunia Arab kepada publik Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi budaya Indonesia untuk tampil di panggung internasional,” kata Rina.
Konser yang rencananya dihelat tahun depan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, KADIN Indonesia, IHLC, serta mitra-mitra strategis lainnya. HALIM: The Hologram Concert Experience diyakini akan menjadi tonggak baru dalam lanskap pertunjukan musik dan seni di Asia Tenggara. ***





