KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Ketika sebagian besar warga terlelap, aparat Polsek Jatiuwung justru berpacu dengan waktu. Berkat laporan cepat warga dan pelacakan cerdas berbasis GPS, dua pelaku pencurian kendaraan bermotor berhasil ditangkap hanya dalam waktu kurang dari dua jam. Penangkapan ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin, S.H., menjelaskan bahwa laporan kehilangan dari warga Cibodas pada Selasa (28/10/2025) langsung direspons cepat oleh tim opsnal. “Begitu sinyal GPS muncul, tim langsung bergerak. Koordinasi lintas wilayah dilakukan tanpa menunggu lama,” katanya. Dalam waktu singkat, arah pergerakan pelaku terlacak hingga Kabupaten Pandeglang.
Pukul 02.30 WIB, dua pria yang diduga pelaku berhasil diamankan di Jalan Mandalawangi. Mereka adalah Samusul Mualif (21) dan Muhamad Rijal (33), keduanya warga Kadu Belang, Mekar Jaya, Pandeglang. Polisi juga menyita satu unit motor hasil curian dan satu motor yang digunakan sebagai sarana kejahatan.
AKP R. Derry DKP, S.H., M.Si., selaku Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, mengatakan kedua pelaku merupakan pemain lama. Mereka sudah beraksi di lebih dari sepuluh lokasi berbeda. “Pelaku punya pola yang sama, beraksi dini hari di area padat industri atau perumahan dengan pengawasan minim,” ujarnya.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan berbagai alat kejahatan seperti kunci leter T, pisau badik, dan pistol korek api. Barang bukti tersebut memperkuat dugaan bahwa keduanya bagian dari jaringan pencuri kendaraan lintas daerah. Polisi kini tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
Kapolsek Rabiin menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi kejahatan serupa. Ia menyebut, setiap laporan masyarakat akan direspons dengan cepat melalui patroli rutin dan koordinasi dengan Polres Metro Tangerang Kota. “Kami pastikan tak ada kasus yang diabaikan. Laporan sekecil apa pun bisa jadi kunci membongkar kasus besar,” ucapnya.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., turut memberikan apresiasi atas dedikasi anggota di lapangan. Ia juga mengingatkan pentingnya partisipasi publik dalam menjaga keamanan lingkungan. “Gunakan alat pengaman tambahan, parkir di tempat terang, dan aktifkan GPS jika ada. Ini langkah kecil tapi sangat besar manfaatnya,” pesannya.
Kisah penangkapan ini menjadi contoh nyata keberhasilan pendekatan humanis Polri dalam merangkul masyarakat. Melalui laporan warga, kerja cepat aparat, dan teknologi yang dimanfaatkan dengan tepat, keamanan di wilayah Tangerang kian menunjukkan hasil positif dan menumbuhkan kembali kepercayaan publik pada aparat penegak hukum. san/*





