JAKARTA, KONSEPNEWS – Upaya PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari dalam memperkuat prinsip keberlanjutan tidak berhenti pada pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Perusahaan pangan terbesar di Indonesia ini menjalankan berbagai program pengelolaan energi, konservasi air, hingga pengurangan sampah kemasan yang menjadi bagian penting dari transformasi menuju industri rendah karbon.
Wakil Kepala Divisi Bogasari, Erwin Sudharma, menyebut bahwa energi terbarukan menjadi pijakan utama strategi sustainability, tetapi perusahaan juga memperluas komitmen melalui sistem manajemen energi ISO 50001:2018. Sistem ini memastikan setiap lini produksi terus melakukan efisiensi energi secara terukur dan berkelanjutan, termasuk pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN.

Selain energi surya, Bogasari juga memperkuat konservasi air dengan mengoperasikan sistem rain harvesting berkapasitas 3.000 meter kubik. Penampungan air hujan ini digunakan untuk kebutuhan produksi maupun nonproduksi, mengurangi ketergantungan pada sumber air utama dan memperkuat ketahanan operasional di pabrik Jakarta dan Surabaya.
Teknologi pengolahan air laut atau sea water reverse osmosis (SWRO) turut menjadi bagian penting dari inovasi Bogasari. Sistem SWRO yang dipasang sejak 2016 memiliki kapasitas 1.000 m³ per hari untuk pabrik Jakarta dan 750 m³ per hari di Surabaya. Dengan teknologi ini, perusahaan dapat memproduksi hingga 250 ribu m³ air per tahun untuk mendukung kegiatan operasional secara mandiri.

Upaya pengelolaan air berlanjut dengan pengolahan limbah cair domestik menjadi air untuk flushing toilet, sehingga mengurangi konsumsi air bersih. Langkah ini mencerminkan keseriusan Bogasari dalam memastikan setiap sumber daya digunakan secara optimal dan bertanggung jawab, sejalan dengan standar industri hijau global.
Dalam aspek energi, Bogasari juga mempercepat transisi dari bahan bakar fosil menuju natural gas dan elektrifikasi berbagai peralatan operasional seperti forklift. Pergeseran ini bukan sekadar efisiensi biaya, tetapi juga komitmen nyata menurunkan emisi CO₂e yang dihasilkan dari kegiatan produksi sehari-hari.

Selain itu, perusahaan menerapkan strategi circular economy dengan memaksimalkan pemakaian kemasan ulang, terutama jumbo bag 750 kg yang dapat dipakai hingga sepuluh kali. Bogasari juga menjalankan program pengurangan ketebalan plastik kemasan 1 kg dan 5 kg sebagai bagian dari misi pengurangan sampah plastik.
Dengan rangkaian program tersebut, Bogasari menunjukkan bahwa konsep sustainability tidak hanya diterapkan pada proyek besar seperti PLTS, tetapi juga pada praktik kecil dan konsisten dalam operasional sehari-hari. Langkah ini sekaligus menjadi contoh bagi industri makanan nasional dalam mencapai produksi yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berorientasi jangka panjang. san/*





