KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Upaya penataan lalu lintas di Kota Tangerang kembali diperkuat melalui kolaborasi antara Satlantas Polres Metro Tangerang Kota dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Kedua instansi tersebut melakukan pemasangan barrier beton di Jembatan Bayur, Jalan Raya Sangego, sebagai langkah strategis mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek dalam mengatasi permasalahan lalu lintas di titik rawan kecelakaan. Jembatan Bayur selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi dengan intensitas kendaraan tinggi dan potensi konflik lalu lintas yang cukup besar.
Kasat Lantas AKBP Nopta Histaris Suzan menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas ini difokuskan untuk menciptakan arus kendaraan yang lebih tertib dan terarah. “Kami ingin memastikan arus lalu lintas lebih teratur sehingga dapat meminimalisir potensi kecelakaan serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan barrier beton mampu membatasi pergerakan kendaraan agar tidak saling bersinggungan di jalur yang rawan. Dengan demikian, potensi tabrakan maupun kemacetan dapat ditekan secara signifikan.
Dalam proses pengerjaan, personel kepolisian tetap siaga di lapangan guna memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
Kanit Turjawali Iptu Ahmad Suhrizal yang memimpin kegiatan di lokasi menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal. “Kami tempatkan personel di beberapa titik untuk memastikan arus tetap lancar dan pengguna jalan merasa aman,” katanya.
Masyarakat pun diharapkan dapat mendukung upaya ini dengan mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan. Kesadaran kolektif dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program Kamseltibcar Lantas.
Dengan adanya penataan ini, diharapkan Jembatan Bayur tidak lagi menjadi titik rawan kecelakaan, melainkan menjadi contoh penataan lalu lintas yang efektif di Kota Tangerang. san/*





