Helm SNI & Sabuk Pengaman Masih Diabaikan Selama Operasi Zebra 2025

by
foto dok. polrestro tangerang kota
foto dok. polrestro tangerang kota

KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Operasi Zebra Jaya 2025 kembali menampilkan gambaran nyata tentang kebiasaan pengendara di jalanan perkotaan yang semakin padat. Selama enam hari penerapan operasi di wilayah Polres Metro Tangerang Kota, ratusan pelanggaran terdata melalui sistem ETLE dan teguran manual, memperlihatkan bahwa disiplin berkendara masih belum sepenuhnya melekat dalam keseharian warga. Dengan mobilitas harian yang tinggi dan banyaknya titik rawan pelanggaran, operasi ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menilai ulang keamanan lalu lintas di kawasan metropolitan.

Satlantas mencatat 283 pelanggaran dari ETLE statis dan 70 pelanggaran dari ETLE mobile. Masing-masing menggambarkan bahwa teknologi penegakan hukum kini memainkan peran sentral dalam mencatat ratusan perilaku berisiko tanpa harus melibatkan interaksi langsung antara petugas dan pengendara. Teguran langsung sebanyak 277 kali juga menunjukkan bahwa upaya humanis masih dibutuhkan untuk mendekatkan pesan keselamatan kepada masyarakat.

Kategori pelanggaran didominasi oleh pengendara roda dua dengan jenis pelanggaran yang sebenarnya dapat dihindari dengan mudah. Tidak menggunakan helm SNI menjadi kasus terbanyak dengan 290 kejadian, disusul melawan arus sebanyak 53 kasus yang menjadi perhatian khusus karena potensi fatalnya sangat tinggi. Penggunaan ponsel saat berkendara sebanyak 19 kasus menunjukkan ancaman distraksi yang terus meningkat, sementara melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, pelanggaran TNKB, hingga berboncengan lebih dari satu orang turut memperkuat gambaran bahwa keselamatan masih sering dikalahkan oleh kebiasaan sehari-hari.

Pada pengendara roda empat, pelanggaran sabuk keselamatan dengan 180 kasus memperlihatkan risiko laten yang sering diremehkan oleh pengendara mobil. Pola pelanggaran yang muncul tersebut memperlihatkan bahwa aturan dasar sekalipun masih sering diabaikan, meskipun berbagai kampanye keselamatan sudah dilakukan hampir setiap tahun.

Dalam masa operasi ini pula Satlantas mencatat dua kejadian kecelakaan tanpa korban jiwa. Dua warga mengalami luka ringan, sementara kerugian materiil yang ditaksir sebesar Rp2,2 juta kembali mengingatkan publik bahwa kecelakaan tidak selalu diukur dari jatuhnya korban, tetapi dari bagaimana pola pelanggaran yang terus berulang menjadi penyebab risiko kecelakaan di kemudian hari.

Operasi Zebra Jaya 2025 juga menonjolkan peran edukasi dan pencegahan. Ada 35 kegiatan penyuluhan keselamatan, 334 brosur yang disebar, 75 titik pemasangan spanduk imbauan, serta 825 kegiatan Turjawali yang mencakup pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli. Semua aktivitas ini memperlihatkan bahwa polisi mencoba mengedepankan pendekatan promotif ketimbang sekadar represif.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris, menuturkan bahwa Operasi Zebra tahun ini dijalankan dengan prinsip humanis dan teknologi yang terintegrasi. Semua penindakan dilakukan lewat ETLE statis dan ETLE mobile untuk memastikan transparansi dan menghindari potensi interaksi yang tidak perlu. “Penindakan seluruhnya menggunakan ETLE. Pendekatan humanis kami kedepankan,” ujarnya menegaskan.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, berharap hasil operasi tahun ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk kembali menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama di jalan raya. Menurutnya, penegakan hukum dalam berlalu lintas hanya akan efektif apabila masyarakat juga turut membangun budaya tertib demi menekan angka kecelakaan di masa mendatang. Operasi Zebra Jaya 2025 pun menjadi salah satu momentum untuk kembali mengingatkan publik bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.