JAKARTA, KONSEPNEWS – DBS Research menilai sektor hilirisasi industri dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat sepanjang 2026.
Laporan terbaru DBS Group Research menyebut Indonesia masih memiliki daya tarik investasi kuat, terutama pada sektor pengolahan nikel, energi terbarukan, pembangunan infrastruktur, hingga proyek berbasis environmental, social, and governance (ESG).
Head of Research Indonesia DBS Group Research, William Simadiputra, mengatakan konsistensi kebijakan pemerintah akan menjadi faktor utama dalam menjaga minat investor asing terhadap Indonesia.
“Sektor EV ecosystem, pengolahan nikel, energi terbarukan, dan infrastruktur tetap menjadi pilar kekuatan pertumbuhan. Konsistensi kebijakan hilirisasi akan menjadi magnet utama bagi investor asing di tengah ketidakpastian yang terjadi,” ujar William Simadiputra.
DBS Research mencatat kredit investasi di sektor konstruksi, pertambangan, dan agrikultur masih menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa minat investasi domestik relatif tetap terjaga meskipun pasar keuangan global sedang bergejolak.
Selain itu, pengembangan energi terbarukan dan proyek waste-to-energy (WTE) dinilai dapat meningkatkan kredibilitas ESG Indonesia di mata investor global. Agenda transisi energi dianggap berpotensi menjadi katalis penting untuk menarik investasi jangka panjang yang lebih berkelanjutan.
Di sisi lain, DBS Research mengingatkan bahwa reformasi pasar modal dan penguatan institusi perlu dipercepat agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing investasi. Penguatan kepastian hukum, tata kelola, serta konsistensi regulasi dinilai menjadi perhatian penting investor internasional.
DBS Research juga menilai Indonesia perlu memperdalam pasar keuangan domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap aliran modal asing. Penguatan peran investor lokal seperti dana pensiun domestik, manajer investasi lokal, hingga Danantara disebut penting untuk menciptakan stabilitas pembiayaan jangka panjang.
Dalam proyeksi DBS Research, keberlanjutan proyek infrastruktur strategis dan percepatan pengembangan ekosistem EV akan menjadi indikator utama kepercayaan investor terhadap Indonesia pada beberapa tahun mendatang. Pemerintah dan pelaku usaha pun diminta mulai mengantisipasi potensi kenaikan biaya produksi akibat volatilitas harga energi global.
DBS Research menegaskan bahwa penguatan agenda ESG, stabilitas Rupiah, serta konsistensi kebijakan hilirisasi akan menjadi kombinasi penting untuk menjaga momentum investasi Indonesia di tengah dinamika ekonomi dunia yang semakin tidak pasti. san/*





