JAKARTA, KONSEPNEWS – Singapore Airlines dan Air New Zealand memperkuat aliansi strategis mereka dengan meningkatkan kapasitas penerbangan antara Singapura dan Selandia Baru pada musim operasional Northern Winter 2026. Kerja sama ini dinilai menjadi langkah agresif kedua maskapai dalam merespons lonjakan permintaan perjalanan internasional pascapemulihan sektor aviasi global.
Salah satu sorotan utama dari ekspansi tersebut adalah pengoperasian Airbus A380 milik Singapore Airlines untuk layanan harian menuju Auckland. Pesawat jumbo ini akan menggantikan Boeing 777-300ER pada rute SQ285 dan SQ286 mulai akhir Oktober 2026 hingga Maret 2027.
Airbus A380 yang dioperasikan Singapore Airlines memiliki total 471 kursi dengan empat kelas kabin, yakni Suites, Business Class, Premium Economy Class, dan Economy Class. Kehadiran pesawat ini diharapkan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan kapasitas penumpang secara signifikan.
Di saat bersamaan, Air New Zealand juga memperluas jaringan penerbangannya dengan meluncurkan layanan non-stop Singapura–Christchurch sebanyak tiga kali seminggu menggunakan Boeing 787. Rute baru tersebut akan memperkuat akses menuju kawasan South Island yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Selandia Baru.
Aliansi kedua maskapai ini diproyeksikan meningkatkan total kapasitas kursi hingga 17 persen atau setara 72 ribu kursi tambahan selama periode Northern Winter 2026. Dengan demikian, total kapasitas gabungan akan melampaui 490 ribu kursi.
Chief Operations and Alliances Officer Air New Zealand, Michael Williams, menilai perluasan jaringan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan penerbangan internasional Selandia Baru dengan berbagai negara.
“Kemitraan kami dengan Singapore Airlines memainkan peran penting dalam menghubungkan dunia dengan Selandia Baru, dan sebaliknya. Perluasan layanan pada periode operasional Northern Winter ini memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi pelanggan kami,” ujar Michael Williams.
Menurut Williams, Singapura memiliki posisi strategis sebagai hub global yang mampu menghubungkan wisatawan dari Asia Tenggara, India, Inggris, hingga Eropa menuju Selandia Baru dengan konektivitas yang lebih efisien.
“Peluncuran layanan Air New Zealand ke Christchurch menjadi hal yang sangat menarik karena memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan untuk mengakses beberapa destinasi paling populer di South Island, Selandia Baru,” katanya.
Senior Vice President Marketing Planning Singapore Airlines, Dai Haoyu, mengatakan pengoperasian Airbus A380 menjadi bentuk komitmen maskapai terhadap pasar Selandia Baru yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.
“Kemitraan jangka panjang kami dengan Air New Zealand mendukung tingginya permintaan perjalanan antara Selandia Baru dan Singapura, serta perjalanan lanjutan ke berbagai destinasi utama dalam jaringan global kami,” ujar Dai Haoyu.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas ini sekaligus mempertegas posisi Singapura sebagai salah satu pusat konektivitas penerbangan internasional terpenting di kawasan Asia Pasifik.
Pemesanan tiket untuk jaringan penerbangan baru tersebut sudah tersedia mulai sekarang. Seluruh layanan tambahan akan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026 setelah mendapatkan persetujuan regulator terkait. san/*




