Jakarta – Setelah menjalani hukuman penjara selama hampir dua tahun akibat kasus dugaan penistaan agama yang menyeretnya kebalik jeruji, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok akhirnya bisa kembali menghirup udara kebebasan hari ini, Kamis (24/1).
Siang ini, Ahok akan keluar dari tahanan Markas Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ucapan selamat pun banyak mengalir jelang kebebasan Ahok. Salah satunya dari sahabatnya, Djarot Saiful Hidayat yang merupakan salah satu pendampingnya saat memimpin Jakarta. Hal itu diungkapkan Djarot saat ditemui sejumlah media, belum lama ini.
“Pastinya selamat menikmati kebebasan lagi buat pak BTP. Doain aja yang terbaik. Beliau sudah memenuhi kewajibannya, ditahan 2 tahun atas kesalahannya, dan besok beliau bebas dan saya berdoa agar beliau selalu sehatlah. Saya terakhir ketemu beliau hari Minggu kemarin, dan beliau mengungkapkan kebahagiaanya karena akan keluar dari penjara,” ungkap Djarot.
Kepada media, Djarot sendiri mengungkapkan usai BTP bebas dari penjara, mantan Bupati Belitung Timur itu akan pulang kekampung halamannya terlebih dahulu dan menikmati masa-masa liburan bersama keluarga dan para sahabatnya.
“Beliau mengungkapkan usai bebas nanti beliau akan pulang kampung terlebih dahulu dan mau jalan-jalan menikmati udara kebebasan bersama keluarga dan para sahabatnya. Dia mau merayakan Imlek bareng keluarga sambil berziarah kekampung halamannya, habis itu katanya mau jalan-jalan ke Bali dan menikmati bunga Sakura di Jepang. Kepada saya dia mengungkapkan juga akan pergi kebeberapa negara untuk menghadiri undangan menjadi pembicara di Australia dan New Zeland. Kapasitasnya sebagai orang yang punya pengalaman jadi gubernur, pernah menata Jakarta. Tentang komitmen beliau dalam memberantas korupsi, dan lain-lain,” tambahnya.
Kepada Djarot, BTP pun mengaku tak ingin ada perayaan besar saat menyambut kebebasannya hari ini. Dirinya ingin disambut dengan sederhana. Selain itu, BTP juga tak ingin dipanggil lagi dengan sebutan Ahok.
“Beliau tak ingin kebebasannya besok dirayakan besar-besaran oleh para pendukungnya, karena dia pengen kebebasannya dirayakan secara sederhana saja. Dan kepada saya dan juga keluarga, serta surat yang ditulisnya beberapa waktu lalu, beliau berkeinginan agar dirinya tak lagi di panggil Ahok, tapi ingin dipanggil BTP. Karena selama hidup di dalam, beliau berusaha belajar sabar dan menguasai diri saat bersama dengan orang lain. Oleh sebab itu, beliau berharap dipanggil BTP,” tandasnya.
Ahok sendiri terseret kasus dugaan penistaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Akibat kasus itu, BTP harus rela mendekam di balik penjara usai vonis 2 tahun penjara yang diterimanya karena dianggap bersalah melakukan penistaan agama. Ahok mulai menjalani hukuman penjara pada 9 Mei 2017 setelah putusan dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Selama menjalani pemidanaan, Ahok mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman total 3 bulan 15 hari. Ahok, berdasarkan catatan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas), tidak pernah mengambil kesempatan yang menjadi hak narapidana di antaranya hak cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, juga cuti menjelang bebas. Kini Ahok bisa bahagia karena akan kembali menghirup udara kebebasan.
Ahok sendiri belum mengutarakan apakah ingin kembali lagi kedunia politik atau tidak. Namun isu yang santer saat ini, Ahok rencananya akan menikahi sorang Polwan yang dahulu menjadi ajudan mantan istrinya saat dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 15 Februari 2019 mendatang. fk





