JAKARTA, KONSEPNEWS – Aksi berjoget Komedian sekaligus politisi Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio di Sidang Tahunan MPR RI berbuntut panjang. Video dirinya yang ikut berjoget saat lagu daerah Gemu Fa Mi Re diputar dalam sidang tersebut menuai kritik keras dari masyarakat, terutama karena dianggap tidak pantas dilakukan di forum kenegaraan.
Sorotan publik semakin tajam ketika Eko, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, sempat mengunggah video parodi berperan sebagai DJ. Aksi itu justru memperburuk persepsi publik yang menilai sikapnya tidak menunjukkan rasa hormat di tengah suasana sidang yang sakral.
Sejumlah kalangan menilai insiden tersebut berpotensi mencoreng citra DPR maupun PAN. “Ini bukan hanya soal individu, tapi menyangkut marwah lembaga negara. Perilaku anggota dewan selalu jadi sorotan publik,” ujar salah satu pengamat politik.
Mendapat tekanan publik, Eko akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya, Sabtu 30 Agustus 2025. Dalam pernyataannya, ia mengaku menyesal dan berjanji akan lebih berhati-hati. “Saya menyadari sepenuhnya bahwa situasi ini membawa luka bagi bangsa. Saya akan menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi diri,” kata Eko.
Pernyataan maaf tersebut didampingi oleh Pasha Ungu yang juga rekan separtai. Meski begitu, reaksi masyarakat masih terbelah antara yang menerima permintaan maaf dan yang menilai sikap Eko sebagai bentuk kurangnya sensitivitas terhadap situasi bangsa.
Kasus ini menambah panjang daftar kritik publik terhadap kinerja DPR. Bahkan, Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya juga sempat meminta maaf karena DPR dinilai belum bekerja dengan baik dan sempurna. Dua peristiwa itu dianggap mencerminkan masih jauhnya harapan publik terhadap kualitas wakil rakyat di Senayan. ***






