JAKARTA, KONSEPNEWS – Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) pekan ke-41 kembali menghadirkan momen haru di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Ratusan warga yang terdiri dari pengojek online, pengemudi bajay, sopir taksi, hingga masyarakat rentan tampak antusias mengantre untuk menerima nasi kotak dan air mineral yang dibagikan para jurnalis. Meski suasana ramai, seluruh proses berlangsung tertib, tanpa saling berebut.
Sebanyak lebih dari 100 nasi kotak yang disiapkan tim PJBW habis hanya dalam waktu sekitar satu jam. Antrean yang teratur menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit. Para penerima manfaat terlihat senang, bahkan sebagian besar mengucapkan terima kasih sembari mendoakan para donatur dan wartawan yang terlibat.

Di antara penerima manfaat, tampak Ibu Suwarni dan Sarita, remaja putri yang tengah melintas, ikut menerima bantuan. Senyum mereka menjadi gambaran nyata betapa program sederhana ini memberi arti besar. Kehadiran PJBW di jalan protokol ibu kota membuat warga merasa diperhatikan.
Bukan hanya warga sekitar, tim PJBW juga menyasar pekerja rentan di luar Jakarta, seperti buruh harian lepas di Cikunir dan tukang sampah di Jatibening. Program ini bahkan membagikan 15 nasi kotak tambahan secara keliling agar lebih banyak orang bisa merasakan manfaatnya.

Menurut Agus Santosa selaku inisiator, gerakan kecil ini awalnya hanya digagas segelintir wartawan. Namun kini mendapat dukungan luas dari rekan-rekan media hingga masyarakat umum. “Alhamdulillah semakin banyak yang ikut mendukung, sehingga semakin banyak juga yang bisa kita bantu,” ujarnya.
Para wartawan Balaikota yang biasa meliput kegiatan Pemprov maupun DPRD DKI Jakarta juga turut aktif membagikan makanan. Kebersamaan mereka menambah semarak kegiatan, sekaligus mengukuhkan bahwa profesi jurnalis juga punya sisi sosial yang kuat.
Antusiasme warga yang tetap tertib meski jumlahnya membludak menjadi catatan penting. Kehadiran PJBW tidak hanya mengurangi beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga dengan kalangan pers. Hal ini menciptakan ikatan emosional yang kuat antara penerima manfaat dan pemberi bantuan.

Di tengah menurunnya daya beli masyarakat dan meningkatnya pengangguran, PJBW menjadi simbol solidaritas yang lahir dari kesadaran kolektif. Program ini membuktikan bahwa di tengah kesulitan ekonomi, semangat berbagi tetap bisa tumbuh, menguatkan harapan masyarakat akan hadirnya kepedulian nyata. san/*





