ART Belum Kembali Usai Lebaran, Produk UMKM Jadi Solusi Dapur Praktis

by
foto dok. dana
foto dok. dana

JAKARTA, KONSEPNEWS – Setelah momen Lebaran usai, banyak keluarga di Indonesia menghadapi tantangan baru, yakni menjalani aktivitas rumah tangga tanpa bantuan asisten rumah tangga (ART) yang masih berada di kampung halaman.

Kondisi ini membuat rutinitas dapur yang biasanya terbantu kini harus ditangani sendiri, di tengah kesibukan yang mulai kembali normal, seperti bekerja di kantor, membersihkan rumah, hingga menata kembali ritme harian keluarga.

Dalam situasi tersebut, kehadiran makanan praktis dengan daya simpan lama dan mudah diolah menjadi solusi yang banyak dicari. Menariknya, sejumlah produk ini berasal dari pelaku UMKM perempuan yang terus berinovasi menjawab kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Salah satu produk yang banyak diminati adalah abon praktis dari Bonpy. Abon khas Lombok ini hadir dengan cita rasa autentik dan kemasan modern, sehingga mudah disimpan dan langsung dikonsumsi tanpa perlu pengolahan tambahan. Produk ini cocok sebagai lauk pendamping nasi maupun isian roti.

Selain itu, bawang goreng kemasan dari KUKEBI juga menjadi pelengkap instan yang membantu meningkatkan cita rasa masakan. Dengan tekstur renyah dan aroma khas, produk ini dapat langsung digunakan tanpa perlu menggoreng ulang, sehingga mempercepat proses memasak.

Untuk kebutuhan makanan siap olah, produk dari Maryam Snack and Frozen menjadi pilihan lain yang praktis. Beragam camilan dan lauk beku yang ditawarkan cukup digoreng atau dipanaskan, menjadikannya solusi cepat bagi keluarga yang memiliki keterbatasan waktu di dapur.

Ketiga produk tersebut merupakan bagian dari pelaku UMKM yang tergabung dalam program pemberdayaan perempuan dan disabilitas yang diinisiasi oleh DANA Indonesia, yaitu SisBerdaya dan DisBerdaya 2025. Program ini mendorong pelaku usaha untuk berkembang sekaligus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, menyampaikan bahwa masa setelah Lebaran kerap menghadirkan tantangan tersendiri bagi keluarga.

“Momentum setelah Lebaran sering kali menghadirkan tantangan bagi keluarga, termasuk kebutuhan akan solusi praktis di rumah. Melalui program SisBerdaya dan DisBerdaya, kami melihat banyak pelaku UMKM perempuan yang mampu menghadirkan produk berkualitas dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM perempuan tidak hanya membantu konsumen, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Dengan kemudahan distribusi dan pembayaran digital seperti QRIS melalui DANA Bisnis, produk-produk ini kini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat di berbagai daerah.

Pada akhirnya, masa transisi setelah Lebaran memang bersifat sementara. Namun, kehadiran produk makanan praktis dari UMKM lokal membuktikan bahwa solusi sederhana untuk kebutuhan rumah tangga dapat hadir dari inovasi pelaku usaha di sekitar kita. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.