Bank DBS Indonesia Catat Penurunan Emisi dan Perkuat Dampak Sosial Lewat Program Berkelanjutan

by
foto dok. dbs indonesia
foto dok. dbs indonesia

JAKARTA, KONSEPNEWS – Bank DBS Indonesia terus memperkuat implementasi praktik bisnis berkelanjutan melalui pengurangan emisi operasional, pengembangan talenta berbasis teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam Laporan Keberlanjutan 2025, Bank DBS Indonesia mencatat konsumsi energi operasional sebesar 8.397 MWh dengan total emisi Gas Rumah Kaca (GRK) mencapai 11.528 tCO2e. Angka tersebut menunjukkan penurunan konsumsi energi sebesar 15 persen dan pengurangan emisi sebesar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap energi hijau, Bank DBS Indonesia juga meningkatkan penggunaan energi terbarukan hingga 213 MWh serta membeli 8.500 MWh Renewable Energy Certificate (REC) untuk mendukung pengembangan pasar energi bersih di Indonesia.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menegaskan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keamanan digital.

“Bagi Bank DBS Indonesia, menjadi bank yang relevan di masa depan artinya harus berkontribusi penuh dalam menciptakan prospek yang lebih tangguh dan inklusif,” ujar Lim Chu Chong.

Selain fokus pada aspek lingkungan, Bank DBS Indonesia juga memperkuat tata kelola ESG dengan meningkatkan sistem keamanan digital dan perlindungan nasabah melalui pengembangan sistem anti-fraud serta kampanye edukasi publik bertajuk “Behind the Scam”.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, lebih dari 826 karyawan Bank DBS Indonesia telah mendapatkan pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan terkait transformasi Artificial Intelligence atau AI. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan talenta menghadapi perubahan teknologi di industri keuangan.

Tak hanya itu, melalui DBS Foundation, Bank DBS Indonesia juga aktif menjalankan program sosial yang menjangkau lebih dari 141 ribu individu rentan di Indonesia. Program tersebut mencakup dukungan terhadap ketahanan pangan, kewirausahaan sosial, hingga bantuan kemanusiaan di Aceh dan Sumatera Barat.

DBS Foundation juga menyalurkan hibah senilai SGD850 ribu kepada lima wirausaha sosial di Indonesia, termasuk DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN untuk mendukung inovasi sosial berkelanjutan.

“Keberlanjutan bukan trade-off terhadap pertumbuhan, melainkan fondasi penting untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang lebih tangguh dan inklusif,” kata Lim Chu Chong.

Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan bergengsi, termasuk gelar World’s Best Bank for Corporate Responsibility dari Euromoney Awards for Excellence serta penghargaan pembiayaan berkelanjutan dari Global Finance Sustainable Finance Awards. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.