KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Benteng Culture Festival 2025 kembali hadir sebagai salah satu acara kebudayaan paling ditunggu di Kota Tangerang. Gelaran yang berlangsung 5–7 Desember 2025 di Mall Metropolis ini menjanjikan beragam atraksi budaya, pertunjukan seni, area kuliner, hingga panggung musik besar yang menghadirkan artis papan atas. Festival ini digadang menjadi salah satu gelaran akhir tahun terbesar di wilayah Tangerang Raya.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan memastikan bahwa festival tahun ini dirancang lebih megah dari sebelumnya. “Kirab budaya akan menjadi salah satu atraksi utama yang menampilkan ragam tradisi dari berbagai komunitas. Pengunjung juga akan disuguhi tampilan kolosal yang menekankan kekuatan narasi budaya lokal,” ungkap Boyke saat ditemui pada Senin (1/12/25).
Kirab budaya tersebut akan melibatkan puluhan komunitas yang membawa kekhasan mereka masing-masing. Atraksi ini bukan hanya tontonan, tetapi juga sarana edukasi tentang beragam lokalitas budaya yang hidup di Kota Tangerang maupun daerah lain yang turut berpartisipasi. Pemerintah berharap gelaran ini dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya nasional.
Selain kirab budaya, panggung utama festival menjadi pusat perhatian berkat hadirnya nama-nama besar seperti D’Masiv, Sejedewe, Ajul Jiung dan Rekan, serta Rico Ceper. Kolaborasi musik populer dan suasana budaya lokal diharapkan menciptakan pengalaman yang berbeda dari konser pada umumnya. Boyke menegaskan bahwa pemilihan bintang tamu tahun ini dilakukan untuk menarik semua segmen usia, dari remaja hingga keluarga.
Festival ini juga menghadirkan area kuliner besar yang melibatkan food truck, UMKM makanan khas, hingga produk kreatif yang telah dikurasi. Keberadaan area ini menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana festival sambil mencicipi berbagai sajian kuliner. Menurut Boyke, kuliner adalah salah satu elemen penting yang ikut memperkaya pengalaman budaya masyarakat.
Di luar hiburan dan kuliner, festival ini juga menyediakan stand layanan publik dari berbagai instansi pemerintah. Langkah ini diambil untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Boyke menyatakan bahwa integrasi layanan publik pada festival budaya menjadi bukti pendekatan baru Pemkot Tangerang dalam menghadirkan pelayanan yang adaptif.
Komunitas budaya dan kreatif dari berbagai penjuru Kota Tangerang telah melakukan persiapan intensif untuk tampil di festival. Banyak di antaranya yang menampilkan karya baru yang dirancang khusus untuk acara ini. Keseriusan para peserta menunjukkan bahwa Benteng Culture Festival telah menjadi ajang prestisius bagi pelaku seni dan kreatif di kota ini.
Dalam tiga hari penyelenggaraan, festival ini diproyeksikan mendatangkan puluhan ribu pengunjung. Pemerintah Kota Tangerang berharap acara ini dapat memberi kontribusi ekonomi melalui UMKM, pariwisata, serta promosi budaya yang lebih luas. Boyke menegaskan bahwa tujuan utama festival adalah membangun ruang bersama yang mempertemukan seni, masyarakat, dan kreativitas.
Di akhir keterangannya, Boyke mengajak masyarakat untuk hadir dan terlibat langsung pada gelaran budaya tahun ini. “Ayo jadikan Benteng Culture Festival sebagai tempat kita merayakan kebersamaan dan kreativitas. Jangan lewatkan pengalaman yang hanya datang sekali setahun,” ujarnya. san/*







