KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Semangat spiritual dan empati sosial menjadi napas utama kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang digelar oleh Polres Metro Tangerang Kota di Masjid Al-Fattah, Kamis (6/11/2025). Tak hanya diikuti personel kepolisian, kegiatan ini juga diwarnai dengan momen penuh makna berupa santunan bagi 50 anak yatim dari sekitar wilayah Mapolres.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB usai apel pagi. Acara ini turut dihadiri jajaran pejabat utama, perwira, anggota Polres dan Polsek, serta tokoh agama dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta mengikuti pembacaan surat Yasin dan mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Aliyudin, S.H. dari Kelurahan Paku Jaya, Serpong. Ustadz Aliyudin menekankan pentingnya memperkuat keimanan, menjaga silaturahmi, serta menanamkan nilai kasih sayang kepada sesama, terutama di tengah dinamika tugas aparat kepolisian yang sarat tantangan.
Kapolres Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari menegaskan bahwa pembinaan rohani seperti Binrohtal bukan hanya rutinitas seremonial, melainkan kebutuhan penting bagi setiap anggota Polri agar senantiasa memiliki landasan moral dalam bertugas. “Kami ingin setiap anggota Polres Metro Tangerang Kota menjalankan tugas dengan berpegang pada nilai-nilai ketakwaan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter aparat kepolisian yang profesional sekaligus berjiwa melayani. Di tengah dinamika sosial yang berkembang cepat, pendekatan humanis menjadi kunci agar Polri tetap dipercaya dan dicintai masyarakat.
Suasana haru pun menyelimuti ketika para anak yatim menerima santunan dari jajaran kepolisian. Beberapa di antaranya bahkan tampak tersenyum bahagia sambil berfoto bersama anggota Polres. Momen ini menjadi simbol kehangatan antara polisi dan masyarakat yang dibangun atas dasar empati dan ketulusan.
Kapolres Jauhari berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan spiritual berkelanjutan di lingkungan kepolisian. Ia menilai bahwa keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan spiritual merupakan kekuatan utama Polri dalam menjaga kepercayaan publik.
“Melalui Binrohtal, kami ingin memastikan setiap personel memiliki kesadaran moral yang tinggi, karena polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga panutan masyarakat,” tutupnya dengan penuh harap. san/*





