JAKARTA, KONSEPNEWS – Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber dan penipuan digital, DANA Indonesia terus memperkuat sistem perlindungan pengguna melalui inovasi teknologi dan edukasi literasi digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan ekosistem transaksi digital yang aman dan tepercaya.
Sebagai platform teknologi finansial yang melayani jutaan pengguna, DANA menerapkan mekanisme pemantauan transaksi berbasis risiko yang didukung teknologi canggih untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan layanan, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian online.
Apabila ditemukan aktivitas yang memenuhi parameter risiko tertentu, perusahaan melakukan analisis dan eskalasi internal sebelum mengambil langkah mitigasi sesuai ketentuan hukum dan arahan regulator. Tindakan tersebut dapat berupa pembatasan layanan hingga penundaan transaksi.
CEO dan Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, mengatakan penghargaan dari Komdigi menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan perlindungan pengguna.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa DANA terus berkomitmen melakukan edukasi literasi digital, merespons aktivitas mencurigakan, serta mendukung terciptanya ekosistem digital yang sehat dan tepercaya,” kata Vince Iswara.
Selain penguatan teknologi, DANA juga aktif menjalankan program literasi finansial dan digital di berbagai daerah. Salah satunya melalui Posko Bantuan Keliling yang hadir di 36 kota untuk mempermudah masyarakat memperoleh edukasi dan melakukan pelaporan jika mengalami masalah terkait transaksi digital.
Sebagai bagian dari inovasi perlindungan pengguna, DANA menghadirkan fitur DANA Protection yang dilengkapi Scam Checker. Fitur tersebut terhubung dengan nomor aduan Komdigi sehingga pengguna dapat memeriksa nomor telepon atau tautan yang mencurigakan sebelum melakukan transaksi.
DANA juga mengembangkan teknologi Smart Friction, yakni sistem keamanan berlapis yang dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna saat hendak mengirim dana ke rekening atau nomor yang terindikasi terlibat dalam aktivitas penipuan.
Menurut Vince, tantangan penipuan digital tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama berkelanjutan antara regulator, industri, media, komunitas, dan masyarakat agar ruang digital Indonesia tetap aman dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional. san/*






