Dikira Cuma Ngopi Bareng Kapolrestro Tangerang Kota, Eh Warga Sepatan Malah Curhat Soal Geng Motor Hingga Tawuran Pelajar

by
foto dok. polrestro tangerang kota
foto dok. polrestro tangerang kota

KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Suasana hangat menyelimuti Kantor Desa Mekar Jaya, Sepatan, Kamis (25/9/2025) malam, ketika puluhan warga duduk melingkar bersama jajaran Polres Metro Tangerang Kota dalam acara Ngopi Kamtibmas. Lebih dari sekadar minum kopi, pertemuan ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan keresahan sehari-hari, mulai dari geng motor hingga tawuran pelajar.

Sekitar 70 orang hadir, terdiri dari unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan ormas. Dipimpin langsung Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, kegiatan ini berlangsung sederhana namun sarat makna.

foto dok. polrestro tangerang kota
foto dok. polrestro tangerang kota

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat secara langsung, duduk bersama tanpa ada jarak, sehingga kehadiran polisi bisa benar-benar dirasakan di tengah masyarakat,” ujar Jauhari.

Dialog berlangsung cair. Warga berani mengangkat isu yang mengganggu keamanan lingkungan mereka. Geng motor yang kerap meresahkan, peredaran miras dan obat-obatan, hingga tawuran remaja menjadi sorotan utama.

foto dok. polrestro tangerang kota
foto dok. polrestro tangerang kota

Kapolres menanggapi serius setiap masukan, sembari menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah, serta dukungan keluarga dalam menjaga generasi muda.

“Dengan patroli yang terus ditingkatkan dan peran serta tiga pilar, niat pelaku kejahatan bisa dicegah sejak dini. Selain itu, peran keluarga, lingkungan, dan sekolah sangat penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif,” tegasnya.

foto dok. polrestro tangerang kota
foto dok. polrestro tangerang kota

Bagi warga, kesempatan ini ibarat napas segar. Mereka bisa berbicara langsung tanpa sekat kepada polisi. Seorang tokoh masyarakat bahkan menyebut acara ini sebagai cara “memulangkan polisi ke tengah rakyat”. Kesan itu semakin nyata ketika Kapolres menyerahkan kentongan simbolis kepada warga sebagai tanda sinergi menjaga lingkungan.

Acara pun ditutup dengan pembagian bantuan sosial dan sesi foto bersama. Warga pulang dengan rasa lega, membawa harapan baru bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga kebersamaan seluruh elemen masyarakat. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.